Kupang, Avis News — Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp373,3 miliar yang diperuntukkan bagi standardisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), peningkatan mutu keamanan pangan, hingga pelatihan bagi para petugas dan penyaji makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah penyiapan dana ratusan miliar ini dirancang guna memperkuat kualitas layanan serta memastikan pemenuhan standar higienitas dan kesehatan pada seluruh rantai pasok makanan yang didistribusikan kepada para penerima manfaat.

Penguatan Standar Layanan dan Pengembangan SDM

Melalui alokasi anggaran tersebut, BGN berfokus pada pembenahan fasilitas dapur operasional agar memenuhi kualifikasi teknis yang ditetapkan, sekaligus memberikan pembekalan dan pelatihan intensif bagi para penyaji makanan dan petugas lapangan.

Upaya ini dipandang penting untuk menekan risiko kontaminasi pangan serta menjaga kualitas gizi makanan tetap optimal saat sampai ke tangan anak-anak sekolah.

Di atas kertas, pengucuran dana sebesar Rp373,3 miliar merupakan wujud komitmen serius pemerintah dalam membangun fondasi tata kelola program MBG yang aman, terstandar, dan profesional dari hilir hingga hulu.

Namun dari sisi pengawasan publik, besarnya alokasi anggaran ini mendatangkan sorotan kritis terkait efisiensi penggunaan dana, terutama mengingat status aset dapur SPPG serta pentingnya akuntabilitas dalam penyalurannya agar tidak terkesan sekadar memboroskan keuangan negara.

Keberhasilan program ini nantinya akan sangat bergantung pada transparansi pelaksanaan di lapangan serta ketepatan sasaran dalam pemanfaatan anggaran demi keselamatan dan gizi generasi mendatang.

Kritis Tanpa Gaduh, Berpihak Tanpa Menghakimi.