Kupang, Avis News — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, secara mengejutkan menyatakan pengunduran dirinya dari jabatannya pada Rabu (22/7/2026). Langkah drastis ini diambil oleh tokoh kunci BGN tersebut demi memberi ruang evaluasi total serta pembenahan mendasar pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah diterpa sorotan publik dan dinilai membutuhkan perbaikan tata kelola yang lebih intensif.

Keputusan pengunduran diri Nanik disampaikannya secara langsung melalui keterangan resmi dan ucapan pamit kepada jajaran BGN. Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa MBG merupakan program mulia yang tetap harus dikawal dengan penuh komitmen demi masa depan anak-anak bangsa, kendati kini ia memilih berada di luar struktur birokrasi pemerintahan.

Sinyal mundurnya Nanik disambut hangat oleh DPR RI, khususnya Pimpinan Komisi IX, yang menilai momen ini sebagai angin segar dan momentum krusial untuk mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan program MBG. Pembenahan difokuskan pada perbaikan aspek teknis, transparansi pengadaan, hingga pengawasan ketat distribusi gizi agar tidak lagi memicu polemik maupun skandal di tengah masyarakat.

Di sisi lain, pengunduran diri ini menuntut penanganan cepat dari pemerintah untuk segera mengisi kekosongan pimpinan di BGN. Penunjukan figur pengganti yang kompeten menjadi sangat mendesak mengingat BGN tengah mengemban setidaknya empat program prioritas utama dalam pemenuhan gizi nasional yang tidak boleh terhenti di pertengahan jalan.

Di saat yang sama, publik dan kalangan pengamat berharap agar transisi kepemimpinan di tubuh BGN tidak mengganggu jalannya penyaluran gizi bagi jutaan anak penerima manfaat. Sinergi antara kementerian terkait, DPR, dan pimpinan BGN yang baru diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap efektivitas program strategis tersebut.

Masyarakat mengimbau agar pemerintah terus menjaga transparansi serta memperketat pengawasan di tingkat daerah. Keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis harus tetap mengedepankan kualitas dan keselamatan kesehatan penerima demi mewujudkan target sumber daya manusia unggul secara optimal.