Kupang, Avis News — Prediksi mengenai potensi gempa bumi besar berkekuatan magnitudo 7,0 hingga 9,0 yang disebut akan melanda wilayah Indonesia, termasuk Jakarta dan Pulau Jawa, kembali viral di media sosial. Ramalan tersebut disampaikan oleh seorang pengamat cuaca dan bencana asal Kanada, Frankie MacDonald, melalui akun Facebook pribadinya.

Isu ini langsung menarik perhatian publik luas, terlebih karena nama Frankie sebelumnya sempat disorot usai mengunggah prediksi gempa besar di Indonesia pada Mei 2026 yang disusul oleh gempa magnitudo 7,7 di Sulawesi.

Isi Prediksi dan Imbauan Kesiapsiagaan Bencana

Dalam videonya, Frankie mengingatkan masyarakat Indonesia agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana sebelum akhir tahun 2026. Ia menyarankan warga untuk menyiapkan berbagai perlengkapan darurat, seperti kotak P3K atau perlengkapan medis, senter, baterai cadangan, radio, persediaan air minum, serta rutin melakukan latihan evakuasi mandiri.

Meski demikian, perlu dicatat bahwa Frankie MacDonald bukanlah seorang ilmuwan, peneliti, maupun ahli gempa resmi, melainkan dikenal sebagai pengamat cuaca amatir.

Tanggapan Pakar dan Otoritas Kebencanaan

Menanggapi informasi yang beredar luas tersebut, pakar kebencanaan Fatahillah menegaskan bahwa hingga saat ini gempa bumi merupakan fenomena alam yang sama sekali tidak dapat diprediksi secara akurat, baik mengenai waktu, lokasi persis, maupun kekuatannya. Masyarakat diimbau agar tidak langsung mempercayai ramalan yang belum terverifikasi ilmiah di media sosial.

Otoritas resmi seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menegaskan bahwa prediksi tersebut bukan merupakan peringatan resmi kebencanaan. Masyarakat diminta tetap tenang, tidak panik, tidak menyebarkan informasi hoaks, serta menjadikan kanal resmi BMKG sebagai rujukan utama terkait segala aktivitas kegempaan di tanah air.