Kupang, Avis News — Setelah sempat mencuri perhatian publik akibat pengunduran dirinya dari kursi pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) pada pertengahan tahun lalu dengan alasan kesehatan, Nanik S Deyang kembali menampakkan diri di panggung publik lewat misi sosial kerakyatan.

Kini, Nanik mengemban peran baru sebagai Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) sekaligus figur yang lekat dijuluki sebagai "Presiden Becak Listrik Indonesia". Kehadiran terbarunya terlihat saat ia menyambangi Kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk menyerahkan secara langsung 260 unit becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna, Senin (14/9/2026).

DIAM-DIAM TANCAP GAS URUS TRANSPORTASI RAKYAT

Penyerahan ratusan armada ramah lingkungan ini menandai kelanjutan program masif nasional yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo. Di hadapan jajaran Pemkab Bandung dan ratusan penerima manfaat, Nanik menceritakan bahwa kepedulian terhadap para pengayuh becak telah dirintis oleh Prabowo sejak jauh hari sebelum menjabat sebagai Kepala Negara, bahkan prototipe becak listrik tersebut digambar langsung oleh Prabowo di kediamannya di Kertanegara saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Dalam sambutannya yang diselingi nada humor, Nanik sempat berseloroh mengenai perjalanan kariernya di lingkaran kekuasaan, mulai dari sempat menduduki jabatan di BUMN selama 1,5 bulan sebelum mundur, memimpin BGN hingga memilih berobat, hingga kini aktif mengawal program transportasi rakyat.

“Makanya saya sebelum Pak Prabowo Presiden, saya presiden duluan, Pak. Saya adalah Presiden Becak Listrik Indonesia. Jadi kalau urusan presiden saya duluan, Pak,” kelakar Nanik di hadapan para pengayuh becak.

PESAN ASET PRIBADI DAN INTEGRASI PARIWISATA

Program pembagian becak listrik yang bernilai puluhan juta rupiah per unit ini dirancang untuk meringankan beban para pengayuh becak lansia agar mereka memiliki aset pribadi mandiri di hari tua tanpa harus terbebani biaya sewa harian.

Nanik secara tegas mengingatkan para penerima manfaat agar menjaga bantuan tersebut dengan penuh tanggung jawab serta meneken perjanjian di atas meterai agar becak listrik gratis dari Presiden tidak diperjualbelikan atau dipindahtangankan.

“Ingat ada perjanjian di atas materai, tidak boleh dipindahtangankan. Bapak mimpi apa semalam coba? Ini becak gratis dikasihkan. Gratis dari Presiden Prabowo. Seumur hidup tukang becak itu enggak punya aset, ya sudah mereka biar senang di hari tuanya punya kekayaan,” tegasnya.

Guna memaksimalkan potensi ekonomi lokal, Nanik turut mendorong pemerintah daerah agar mengintegrasikan operasional becak listrik ini ke dalam sektor pariwisata daerah, seperti skema yang sukses diterapkan di Blitar dan Solo, sekaligus menata regulasi zonasi operasional agar berdampingan harmonis dengan transportasi daring.

Sepanjang tahun 2026 ini, pemerintah menargetkan penyaluran hingga 70.000 unit becak listrik secara bertahap ke berbagai wilayah di Indonesia di mana belasan ribu unit telah sukses didistribusikan sebagai wujud nyata keberpihakan negara terhadap kesejahteraan masyarakat kelas bawah.