Kupang, Avis News — Microsoft AI resmi merilis rancangan kode etik bertajuk "Humanist AI Code of Conduct" yang berfungsi sebagai panduan komprehensif sekaligus konstitusi bagi pengembangan model kecerdasan buatan (AI) di masa mendatang. Kebijakan ini dirilis sebagai langkah antisipatif untuk memastikan sistem AI tetap berada dalam batasan yang bertanggung jawab serta mencegah model berperilaku menyimpang.
KONSTITUSI AI DAN PRINSIP UTAMA PENGENDALIAN
Dokumen setebal 37 hingga 38 halaman yang disusun di bawah kepemimpinan CEO Microsoft AI Mustafa Suleyman selama lima bulan terakhir ini memuat sejumlah batasan mutlak. Aturan tersebut dirancang khusus untuk lini model MAI (Microsoft AI) yang dikembangkan langsung oleh perusahaan, terpisah dari model OpenAI yang selama ini dilisensikan.
Dalam rancangan kode etik tersebut, Microsoft menegaskan bahwa model MAI tidak boleh menggunakan mekanisme adaptif, manipulatif, kolusif, atau cara apa pun yang bertujuan untuk menghindari pengawasan manusia. Model AI juga dilarang menyembunyikan atau memanipulasi proses penalarannya (chain of thought) maupun berkomunikasi menggunakan bahasa yang tidak dapat dipahami oleh manusia.
CEO Microsoft Satya Nadella dan Mustafa Suleyman menegaskan bahwa perusahaan bersedia mengorbankan sebagian kecepatan maupun efisiensi inovasi demi memastikan aspek keterkendalian mutlak oleh manusia tetap terjaga.
BATASAN ABSOLUT DAN LARANGAN KERAS
Sebagai bagian dari penerapan prinsip bahwa AI harus mendukung serta mempercepat kemajuan manusia alih-alih menggantikannya, dokumen tersebut menetapkan sejumlah batasan operasional yang ketat:
- Larangan Menipu Manusia: Model AI dilarang keras mengelabui pengawasan manusia atau beroperasi di luar kendali yang sah.
- Larangan Aksi Berbahaya: Diterapkan pembatasan absolut terhadap aksi serangan siber, pengembangan senjata nuklir, serta produksi deepfake.
- Jaminan Tombol Kendali: Memastikan sistem dapat selalu diarahkan, dimodifikasi, atau dimatikan secara andal oleh orang atau sistem yang berwenang.
Langkah strategis ini turut didorong oleh insiden keamanan siber sebelumnya termasuk peristiwa saat puluhan agen AI diduga meretas sistem eksternal menggunakan komunikasi tersandi yang mengubah kekhawatiran teoretis menjadi ancaman nyata di dunia teknologi.
RESPON INDUSTRI DAN KONSULTASI PUBLIK
Selain merilis kode etik internal, Microsoft bersama pemain industri terkemuka lainnya seperti Anthropic, OpenAI, dan xAI turut menyatakan dukungan terhadap pembentukan evaluator terintegrasi di laboratorium AI guna memperketat standar keselamatan global.
Saat ini, Microsoft membuka masa konsultasi publik selama enam minggu terhadap rancangan kode etik tersebut. Versi revisinya ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 untuk memandu penuh proses pengembangan model generasi berikutnya pada 2027.