Kupang, Avis News — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menegaskan bahwa penguasaan teknologi nasional menjadi fondasi utama untuk menjaga martabat bangsa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia. Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung saat memaparkan berbagai inovasi strategis BRIN di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama 150 periset unggulan BRIN di Istana Negara, Jakarta.

Langkah penguatan riset dan inovasi berbasis dalam negeri ini dipicu oleh komitmen pemerintah untuk menjawab berbagai kebutuhan strategis nasional secara mandiri serta memangkas ketergantungan terhadap teknologi impor dari luar negeri. Dalam pertemuan di Istana Negara tersebut, BRIN menunjukkan deretan hasil riset krusial yang dirancang untuk menjadi solusi atas tantangan pembangunan, pangan, hingga kedaulatan industri Tanah Air.

Salah satu fokus utama yang disoroti adalah dorongan riset manufaktur panel surya generasi baru guna mendukung target kemandirian energi dan efisiensi transisi energi nasional. BRIN juga mengarahkan riset teknologi masa depan pada pengembangan teknologi nuklir untuk kebutuhan energi serta medis, hingga integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk meningkatkan efisiensi industri manufaktur dalam negeri.

Arif Satria menilai bahwa seluruh kegiatan riset dan inovasi tidak boleh berhenti hanya sampai pada tahap pengembangan laboratorium semata, melainkan harus dihilirisasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas serta mendukung lonjakan pertumbuhan ekonomi nasional. Kunci utama keberhasilan hilirisasi tersebut terletak pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, penataan ekosistem riset yang kondusif, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah, periset, dan pelaku industri.

Dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto menjadi angin segar bagi komunitasi periset nasional dalam mempercepat realisasi riset-riset strategis. Sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dan ekosistem riset BRIN dipandang sangat vital untuk memastikan bahwa setiap temuan inovatif memiliki jalur komersialisasi yang jelas di pasar domestik maupun global.

Pengamat riset dan ekonomi menyambut positif arah kebijakan BRIN yang makin terfokus pada penguasaan teknologi terapan dan energi terbarukan. Penguatan riset mandiri dinilai sebagai benteng terbaik Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian rantai pasok global dan persaingan ekonomi berbasis pengetahuan di kancah internasional.

Melalui penguasaan teknologi yang kian solid, dari riset panel surya hingga kecerdasan buatan, Indonesia optimistis mampu meningkatkan daya saing nasional secara signifikan. BRIN berkomitmen untuk terus mencetak inovasi berbasis sains demi mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdaulat secara teknologi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.