Kupang, Avis News — Misteri di balik cepatnya proses tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa mulai terkuak menyusul kesaksian memilukan yang disampaikan oleh para korban selamat setibanya di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Ahmad Saudi, salah seorang penumpang selamat yang berhasil dievakuasi menggunakan kapal MV Haida, menuturkan bahwa insiden nahas tersebut terjadi secara sangat mendadak pada Minggu dini hari (13/9/2026) sekitar pukul 01.30 WITA. Ahmad yang saat itu tengah terlelap di kursi sofa seketika terbangun akibat kepanikan para penumpang yang berlarian di lorong kapal.
“Kejadiannya sangat singkat. Waktu saya tidur di kursi, orang berlarian. Saya tanya kenapa? Kapal miring. Terus saya berdiri, ternyata miring sungguhan,” ungkap Ahmad.
Di tengah situasi yang kacau, Ahmad bergegas berpegangan pada jendela sementara badan kapal terus miring dengan kecepatan tinggi. Ia kemudian merangkak naik ke bagian atas lambung kapal dan bertahan hingga perahu karet penyelamat diturunkan, sebelum akhirnya melompat ke tengah lautan.
KORBAN TERJEBAK DI KAMAR EKONOMI DAN DATA EVAKUASI
Ahmad mengungkapkan pemandangan memilukan bahwa banyak penumpang terutama kaum ibu dan anak-anak yang tertidur lelap di kamar kelas ekonomi diduga gagal menyelamatkan diri karena kemiringan kapal terjadi terlalu cepat. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar penyintas yang berhasil keluar ruangan merupakan para pengemudi truk atau penumpang laki-laki yang berada di luar kamar.
“Tapi yang lain, ibu-ibu yang tinggal di kamar ekonomi itu mungkin nggak selamat karena terlalu cepat kapal ini kemiringannya. Sedangkan alarm pemberitahuan aja nggak ada. Nggak ada tanda-tanda,” tutur Ahmad.
Berdasarkan pembaruan data evakuasi, total sebanyak 153 penumpang dan kru berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan bersama armada penolong. Rincian korban selamat dan meninggal dunia tersebut meliputi kapal MV Haida yang mengevakuasi 69 orang selamat, KM Cahaya Bahari dengan 62 orang selamat, TB Mauhan yang membawa 14 orang selamat, 1 orang cedera berat, serta 1 orang meninggal dunia, dan kapal TB TCP yang mengevakuasi 1 orang selamat serta 5 orang korban meninggal dunia.
EVALUASI DAN TUNTUTAN TRANSPARANSI
Kesaksian para penyintas mengenai ketiadaan alarm peringatan dini serta cepatnya laju kemiringan kapal kini menjadi sorotan tajam bagi publik dan aparat penegak hukum.
Di atas kertas, standar keselamatan pelayaran mewajibkan adanya sistem peringatan darurat yang berfungsi optimal untuk memandu evakuasi massal.
Tetapi fakta di lapangan menunjukkan bahwa kelalaian dan ketiadaan alarm darurat telah merenggut kesempatan hidup para penumpang yang terjebak di dalam kabin. Pemerintah melalui Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dituntut untuk mengusut tuntas aspek teknis dan operasional tersebut agar tragedi serupa tidak pernah terulang kembali di jalur penyeberangan nusantara.
Sumber : detiknews, CNN Indonesia, detikKalimantan