Kupang, Avis News — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data dampak bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumlah korban jiwa dilaporkan kembali bertambah hingga mencapai 100 orang meninggal dunia, sementara ribuan warga lainnya mengalami luka-luka dan ratusan ribu orang terpaksa mengungsi.

Tim SAR gabungan bersama instansi terkait masih terus mengintensifkan proses pencarian, evakuasi, serta penanganan medis di lokasi pencarian serta titik-titik bencana.

Ribuan Korban Luka dan Lonjakan Pengungsi

Berdasarkan data pemutakhiran resmi dari BNPB, selain 100 korban jiwa yang telah terkonfirmasi, sebanyak 1.603 warga tercatat mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Sebagian besar korban luka kini tengah mendapatkan penanganan medis intensif di rumah sakit darurat dan posko kesehatan terdekat.

Bencana guncangan gempa bumi ini juga mengakibatkan kerusakan masif pada ribuan rumah warga serta fasilitas umum. Kondisi struktur bangunan yang tidak aman membuat sekitar 180 ribu warga terpaksa mengungsi ke posko-posko penampungan darurat yang tersebar di sejumlah titik lokasi aman.

Fokus Penanganan Darurat dan Penyaluran Bantuan

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan relawan kini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi di tenda-tenda darurat. Penyaluran bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, serta fasilitas sanitasi terus didorong ke wilayah-wilayah terdampak.

Petugas di lapangan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta tidak menempati bangunan yang mengalami kerusakan struktur cukup parah demi keselamatan jiwa.

Duka mendalam bagi para korban gempa NTT; percepatan evakuasi serta pemenuhan bantuan logistik di posko pengungsian menjadi prioritas utama penanganan bencana saat ini.