Kupang, Avis News — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh masyarakat di kawasan Pulau Flores untuk tetap meningkatkan kewaspadaan pascamencatat 111 kali aktivitas gempabumi susulan pascaguncangan utama bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur. Peringatan berkala ini dirilis otoritas BMKG guna mengantisipasi risiko bahaya dari rentetan gempa susulan, memicu langkah kesiapsiagaan penuh di daerah terdampak, serta mengarahkan warga agar tidak menempati bangunan yang telah mengalami kerusakan struktur demi keselamatan jiwa.
Berdasarkan pemantauan seismatis BMKG, rentetan gempabumi susulan tersebut tercatat memiliki frekuensi dan magnitudo yang bervariasi sejak gempa utama terjadi. Meskipun tren energi kegempaan menunjukkan pola peluruhan secara bertahap, guncangan-guncangan kecil hingga sedang masih terus dirasakan oleh warga di kawasan perbukitan maupun pesisir.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengonfirmasi bahwa kawasan Flores bagian utara menjadi wilayah yang paling terdampak oleh bencana ini. Kabupaten Nagekeo, Ende, hingga Flores Timur mencatatkan tingkat kerusakan fisik yang cukup signifikan pada fasilitas publik dan tempat tinggal warga.
Gubernur NTT telah menginstruksikan pemanduan langkah darurat dengan memfokuskan pendistribusian bantuan logistik ke area-area yang terisolasi. Pendirian posko pengungsian sementara, penyediaan layanan kesehatan, dan pasokan air bersih menjadi prioritas utama penanganan bencana di lapangan.
Pihak BMKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mendampingi warga di lokasi pengungsian untuk memberikan edukasi mitigasi kebencanaan. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, mempercayai jalur informasi resmi, serta mengabaikan berbagai rumor tidak terverifikasi yang beredar di media sosial.
Tim gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan kemanusiaan disiagakan selama 24 jam untuk memantau pergerakan warga serta membuka akses jalan yang tertutup longsoran tanah. Penilaian teknis terhadap kelayakan bangunan vital dan fasilitas umum juga tengah dilakukan secara cermat.
Melalui koordinasi intensif antarlembaga ini, pemerintah berharap proses penanganan pascabencana di Nusa Tenggara Timur dapat berjalan cepat dan teratur. Kesadaran serta kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat diharapkan mampu meminimalkan dampak dan mempercepat pemulihan kondisi sosial-ekonomi di Flores.