Kupang, Avis News — Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi hebat pada Jumat siang dengan melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 800 meter di atas puncak. Letusan gunung api yang kini berstatus Siaga (Level III) tersebut memicu pembatalan setidaknya enam penerbangan di Bandara Frans Seda Maumere serta memaksa otoritas kebencanaan meningkatkan kewaspadaan penuh di seluruh kawasan terdampak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) merekam erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki terjadi dengan amplitudo maksimum yang signifikan serta durasi gempa letusan yang relatif lama. Kolom abu vulkanik bertekanan kuat teramati berwarna kelabu hingga hitam tebal yang membumbung dan bergerak terbawa angin ke arah barat dan barat daya, menyebarkan hujan abu tipis di permukiman warga sekitar.
Dampak dari sebaran abu vulkanik di ruang udara Flores tersebut langsung direspons cepat oleh otoritas penerbangan demi menjamin keselamatan transportasi udara. Pengelola Bandara Frans Seda Maumere memutuskan untuk membatalkan enam penerbangan domestik dari dan menuju wilayah Flores setelah hasil tes uji ketersediaan abu (paper test) menunjukkan adanya paparan material vulkanik yang membahayakan mesin pesawat.
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki ini melengkapi peningkatan aktivitas vulkanik di wilayah NTT, di mana pada saat yang hampir bersamaan dua gunung api di provinsi tersebut meletus secara beruntun. Fenomena letusan nyaris bersamaan ini meningkatkan eskalasi siaga bencana daerah dan memaksa pemerintah kabupaten mengkoordinasikan langkah kedaruratan bagi masyarakat di kawasan rawan bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan imbauan tegas agar warga dan wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius bahaya dari pusat erupsi. Warga yang bermukim di sekitar lereng dan aliran sungai diimbau untuk mewaspadai potensi lahar dingin apabila terjadi curah hujan berintensitas tinggi di wilayah puncak gunung.
Pemerintah daerah setempat didukung tim SAR gabungan mulai membagikan ribuan masker gratis kepada masyarakat guna meminimalkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan abu vulkanik. Posko pengungsian dan jalur evakuasi warga di beberapa desa terdekat terus disiagakan apabila skenario penutupan wilayah total harus diberlakukan jika aktivitas erupsi terus melonjak.
Melalui kesiapsiagaan seluruh instansi terkait di NTT, pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki secara real-time. Otoritas mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu-isu hoaks yang tidak bersumber dari PVMBG, serta selalu mengikuti instruksi keselamatan dari petugas kebencanaan di lapangan.