Kupang, Avis News — Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama tim gabungan penanggulangan bencana mengambil tindakan tegas dengan menutup total seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo akibat kebakaran hutan dan lahan yang meluas hingga mencapai 520 hektare. Langkah penutupan total serta penghentian aktivitas wisatawan ini diterapkan guna menjamin keselamatan pengunjung, mempermudah mobilitas armada pemadam, serta mencegah munculnya titik api baru akibat aktivitas manusia.
Kawasan terdampak kebakaran yang menjalar ke wilayah empat kabupaten sekeliling TNBTS tersebut kian mengkhawatirkan seiring munculnya titik api baru di area Penanjakan serta bentangan sabana. Tiupan angin kencang di topografi perbukitan terjal serta kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau menjadi faktor utama yang mempercepat perambatan si jago merah hingga melahap ratusan hektare area konservasi.
Guna menanggulangi kobaran api yang makin sulit dipadamkan lewat jalur darat, pemerintah mengerahkan tiga unit helikopter untuk melakukan pemadaman dari udara (water bombing) secara intensif. Manggala Agni, petugas TNBTS, TNI, Polri, serta relawan masyarakat setempat terus berjibaku memblokir pergerakan api agar tidak makin mendekati kawasan permukiman warga dan infrastruktur publik.
Meluasnya area kebakaran hingga 520 hektare ini menghadirkan ancaman baru bagi kelestarian ekosistem khas Tengger Semeru. Para ahli lingkungan memperingatkan potensi hilangnya keanekaragaman hayati, rusaknya habitat flora dan fauna endemik, serta risiko penurunan kualitas tanah yang berisiko memicu bencana sekunder saat musim hujan mendatang.
Merespons bencana kebakaran lahan yang terus berulang ini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta otoritas terkait untuk memperketat pengawasan dan sistem pemantauan di kawasan konservasi nasional. Penguatan regulasi, ketegasan sanksi hukum, serta peningkatan alokasi anggaran sistem mitigasi bencana dini dinilai sangat mendesak agar kawasan strategis pariwisata nasional tidak terus menjadi korban kebakaran sabana.
Meskipun akses utama kawasan wisata Bromo ditutup total, pemerintah daerah memastikan bahwa destinasi wisata di luar radius bahaya, khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo, masih berada dalam kondisi aman dan terkendali. Pihak dinas pariwisata terus berkoordinasi dengan pelaku industri jasa perjalanan untuk menjamin penataan ulang jadwal kunjungan para wisatawan.
Melalui pengerahan tiga helikopter dan kerja keras tim pemadam gabungan di lapangan, pemerintah berharap titik-titik api utama dapat segera dipadamkan secara total. Evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional pengamanan serta rehabilitasi lahan kritis akan langsung dilakukan demi memulihkan keindahan dan kelestarian ekosistem Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.