Kupang, Avis News — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penambahan jumlah korban jiwa akibat gempabumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur menjadi 54 orang seiring diakselerasinya pendistribusian bantuan darurat melalui jalur udara dan laut. Pemutakhiran data penanganan bencana ini dirilis otoritas BNPB guna mengidentifikasi dampak penambahan korban di kawasan terdampak Flores, mempercepat mobilisasi 11 armada pesawat dan kapal logistik ke wilayah terisolasi, serta mengoordinasikan percepatan evakuasi medis pascabencana.
Berdasarkan laporan pemutakhiran di lapangan pada Senin, 17 Agustus 2026, korban meninggal dunia terbanyak terdata di wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Sikka, dan Ende. Proses pencarian dan pertolongan oleh tim SAR gabungan masih terus difokuskan pada titik-titik permukiman warga yang mengalami kerusakan berat akibat runtuhnya bangunan.
Di tengah evakuasi bencana, berbagai kisah perjuangan warga selamat mengemuka, termasuk aksi dramatis pasien rumah sakit yang melepaskan infus secara mandiri demi menyelamatkan diri saat guncangan hebat terjadi. Cerita-cerita kelangsungan hidup tersebut mempertegas betapa mencekamnya kondisi saat gempabumi utama merubuhkan infrastruktur publik di Flores.
Guna menembus keterisolasian wilayah akibat jalur darat Trans Flores yang tertimbun longsor, pemerintah memobilisasi 11 armada pesawat kargo dan kapal logistik secara masif. Pengiriman bantuan udara dan laut ini menyasar penyaluran tenda pengungsian, obat-obatan, fasilitas sanitasi, serta ribuan paket sembako ke lokasi-lokasi krisis.
Pemerintah pusat bersama kementerian terkait memastikan pengerahan armada logistik bekerja penuh selama 24 jam untuk menjamin kebutuhan dasar puluhan ribu pengungsi terpenuhi. Dapur umum dan posko kesehatan lapangan didirikan di berbagai titik krisis guna meminimalkan risiko wabah penyakit di area pengungsian.
Tim gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan kemanusiaan dikerahkan secara serentak untuk membersihkan puing-puing material bangunan serta membuka jalan darat utama. Penilaian kelayakan teknis terhadap tempat tinggal warga juga terus dilakukan guna mengantisipasi ancaman bahaya dari rentetan gempabumi susulan.
Melalui pengerahan armada logistik darurat dan percepatan pemulihan ini, BNPB bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mendampingi masyarakat Nusa Tenggara Timur hingga masa krisis terlampaui. Sinergi penuh seluruh elemen bangsa diharapkan mampu mempercepat stabilisasi kondisi sosial-ekonomi serta pemulihan pascabencana di Kepulauan Flores.