Kupang, Avis News — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penambahan jumlah korban gempabumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur menjadi 68 orang meninggal dunia dan 213 warga mengalami luka-luka per Senin sore, 17 Agustus 2026. Pemutakhiran data dampak bencana nasional tersebut dirilis oleh otoritas BNPB guna mengidentifikasi sebaran korban di kawasan terdampak Pulau Flores, mempercepat pengiriman bantuan medis darurat bagi korban luka, serta memantau perkembangan evakuasi tim gabungan di lapangan.

Berdasarkan data resmi pemutakhiran Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, penambahan angka kematian sebagian besar terdata dari wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Sikka, dan Ende. Proses pengerukan reruntuhan bangunan dan pencarian korban hilang oleh tim SAR gabungan masih terus dipacu di titik-titik permukiman warga.

Sementara itu, sebanyak 213 warga yang mengalami luka berat maupun ringan telah mendapatkan perawatan medis darurat di sejumlah rumah sakit lapangan, puskesmas, dan posko kesehatan pascabencana. Tim dokter spesialis dan penyiapan cadangan kantong darah diterjunkan untuk menangani korban yang membutuhkan tindakan operasi segera.

Guna mengantisipasi bertambahnya beban fasilitas kesehatan di lokasi bencana, pemerintah memobilisasi helikopter medis dan armada kapal untuk merujuk pasien berondongan berat ke rumah sakit di luar daerah. Penyiapan posko trauma healing juga mulai dijalankan untuk mendampingi warga pengungsi yang mengalami rasa guncangan emosional.

Di samping penanganan medis, BNPB bersama kementerian terkait terus mempercepat penyaluran bantuan logistik darurat seperti tenda pengungsian, dapur umum, selimut, dan air bersih. Jalur distribusi via udara dan laut dimaksimalkan untuk menembus wilayah terisolasi yang terputus akibat tanah longsor di lintasan jalan darat Trans Flores.

Pemerintah mengimbau masyarakat di kawasan terdampak untuk tetap berada di lokasi pengungsian yang aman dan mewaspadai potensi gempabumi susulan. Kerja sama warga dalam mengikuti arahan petugas di lapangan dipandang sangat krusial demi kelancaran proses evakuasi dan mitigasi risiko.

Melalui rilis data pemutakhiran dan pengerahan tim kesehatan darurat ini, BNPB memastikan penanganan krisis kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur berjalan secara terpadu dan nonstop. Pemerintah berkomitmen penuh untuk mengerahkan seluruh sumber daya negara hingga masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana terlampaui.