Kupang, Avis News — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendistribusikan 50 tenda ruang kelas darurat serta menerjunkan tim penanganan krisis pendidikan ke lokasi terdampak gempabumi di Nusa Tenggara Timur pada Selasa, 18 Agustus 2026. Langkah tanggap darurat sektor pendidikan tersebut diambil oleh Kemendikdasmen guna memulihkan layanan pembelajaran pasca-tercatatnya kerusakan pada 253 fasilitas sekolah di Pulau Flores, menjamin keamanan proses belajar murid dan guru, serta mencegah terjadinya trauma berkepanjangan pada anak-anak di daerah bencana.
Berdasarkan data pemutakhiran Kemendikdasmen, guncangan gempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang melanda Flores telah menyebabkan 253 bangunan sekolah mengalami kerusakan dengan tingkatan ringan, sedang, hingga berat. Kerusakan fasilitas pendidikan tersebut tersebar di beberapa kabupaten terdampak, seperti Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Merespons kondisi tersebut, Kemendikdasmen bergerak cepat memobilisasi 50 tenda sekolah darurat yang dilengkapi dengan perlengkapan belajar modular. Penyiapan tenda ini ditujukan agar aktivitas belajar mengajar dapat segera difasilitasi tanpa harus menunggu pembangunan ulang struktur fisik bangunan yang rusak.
Selain bantuan fisik berupa tenda dan sarana pembelajaran, Kemendikdasmen juga mendistribusikan ribuan paket school-in-a-box serta modul pendampingan psikososial. Tim konselor dan relawan pendidikan diterjunkan untuk memberikan layanan pertolongan pertama emosional (psychological first aid) bagi para siswa dan tenaga pendidik.
Pemerintah pusat menekankan bahwa penanganan gedung sekolah yang rusak akibat gempa di NTT harus menjadi perhatian serius lintas kementerian. Rehabilitasi dan rekonstruksi fisik gedung sekolah akan diprioritaskan menggunakan standar bangunan tahan gempa demi keselamatan jangka panjang.
Koordinasi intensif terus dikerjakan bersama Dinas Pendidikan daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mendata tingkat kerusakan secara detail. Pemetaan menyeluruh ini menjadi acuan dalam penyaluran alokasi dana perbaikan infrastruktur sekolah pascabencana.
Melalui penyiapan 50 tenda kelas darurat dan langkah gerak cepat ini, Kemendikdasmen berkomitmen memastikan hak pendidikan anak-anak korban gempa di Flores tetap terpenuhi secara layak. Pemulihan sarana sekolah dipastikan berjalan seiring dengan upaya tanggap darurat dan rekonstruksi di Nusa Tenggara Timur.