Kupang, Avis News — PT Jasa Raharja Kantor Wilayah NTT bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengintensifkan penyaluran bantuan kemanusiaan serta memperkuat tindakan evakuasi bagi korban gempabumi di Posko Bersama Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Pengerahan bantuan logistik serta personel evakuasi tersebut diturunkan oleh institusi BUMN dan kepolisian guna mempercepat distribusi bantuan dasar bagi pengungsi, memprioritaskan keselamatan warga terdampak di lokasi bencana, serta menjamin kehadiran nyata pemerintah pascaguncangan gempa Flores.

Jasa Raharja menyalurkan aneka kebutuhan pokok seperti sembako, selimut, air bersih, serta obat-obatan langsung ke posko pengungsian utama di wilayah Manggarai Timur dan Nagekeo. Penyerahan bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban para korban yang kehilangan tempat tinggal pascabencana.

Di sisi lain, Polri menerjunkan personel tambahan untuk memperkuat operasi penanggulangan bencana di seluruh kawasan terdampak di Pulau Flores. Tim gabungan fokus memprioritaskan penyisiran reruntuhan bangunan dan evakuasi warga yang membutuhkan pertolongan medis darurat.

Pemerintah pusat menjamin bahwa seluruh alokasi bantuan logistik dari berbagai instansi akan terdistribusi secara cepat, tepat, dan merata. Jalur transportasi darat dan udara dimaksimalkan untuk menembus titik-titik pengungsian yang berada di kawasan terisolasi.

Selain penanganan evakuasi fisik, tim medis Polri dan Relawan Jasa Raharja turut memberikan layanan kesehatan gratis serta pendampingan psikososial (trauma healing). Langkah rehabilitasi emosional ini difokuskan bagi anak-anak dan kelompok rentan di posko bersama.

Sinergi antarlembaga BUMN, kepolisian, dan pemerintah daerah dinilai krusial dalam mempercepat masa tanggap darurat di Flores. Kehadiran posko terpadu membantu koordinasi penyaluran bantuan agar tidak terjadi penumpukan di satu lokasi tertentu.

Melalui komitmen penyaluran bantuan dan penguatan evakuasi ini, Jasa Raharja dan Polri memastikan pendampingan bagi korban bencana akan terus berjalan hingga situasi kembali kondusif. Langkah ini menjadi wujud solidaritas nasional dalam menopang pemulihan masyarakat Nusa Tenggara Timur.