Kupang, Avis News — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah mempercepat kolaborasi pemulihan bencana pascamencatat 235 kali gempa susulan yang mengguncang kawasan perairan utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Langkah sinergi penanganan darurat ini ditingkatkan oleh BMKG dan jajaran terkait guna mengidentifikasi dampak penambahan korban jiwa, mempercepat distribusi bantuan logistik ke kawasan terdampak, serta mengedukasi warga pesisir mengenai estimasi waktu peluruhan alami aktivitas sesar aktif yang diperkirakan memakan waktu hingga dua sampai tiga minggu.
Berdasarkan data pemutakhiran di lapangan, jumlah korban jiwa akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 tersebut telah meningkat menjadi 47 orang yang tersebar di beberapa kabupaten terdampak parah. Tren guncangan susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2 terus dipantau secara langsung oleh sistem pemantauan seismik BMKG.
Penjelasan teknis dari BMKG mengonfirmasi bahwa frekuensi kegempaan yang tinggi ini dipicu oleh karakter Flores Back-Arc Thrust pada kedalaman dangkal sekitar 15 kilometer. Karakter patahan aktif tersebut memerlukan rentang waktu alami untuk mengembalikan kestabilan struktur batuan bumi pascaguncangan utama.
Pemerintah pusat melalui kementerian terkait bersama TNI, Polri, dan BNPB bergerak cepat mengirimkan bantuan logistik darurat, tenda pengungsian, dan fasilitas kesehatan ke wilayah Flores. Penyiapan dapur umum serta posko penampungan sementara difokuskan pada daerah-daerah permukiman yang mengalami kerusakan infrastruktur terparah.
Tim gabungan penanggulangan bencana daerah dipandu petugas BMKG mengimbau masyarakat untuk mematuhi rekomendasi teknis di lapangan. Warga diminta tetap menjauhi bangunan retak serta tidak memaksakan diri kembali ke tempat tinggal yang rawan roboh akibat ancaman gempa susulan.
Upaya koordinasi lintas sektor dibuka secara transparan guna memastikan setiap bantuan dapat disalurkan tepat sasaran kepada para pengungsi. Pemulihan sarana jaringan listrik dan aksesibilitas jalan darat yang sempat terputus terus digenjot oleh petugas teknis di titik krisis.
Melalui kolaborasi masif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BMKG ini, proses rehabilitasi awal pascabencana diharapkan berjalan aman dan terukur. Sinergi penuh seluruh pihak dipadukan untuk menjaga keselamatan jiwa serta mempercepat pemulihan kondisi sosial-ekonomi masyarakat Flores.