Kupang, Avis News — Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Negara untuk memberikan instruksi tegas terkait percepatan penanganan pemadaman listrik di kawasan Kalimantan serta menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Langkah cepat Kepala Negara ini diambil guna memastikan ketahanan energi nasional tetap aman, memulihkan kenyamanan masyarakat yang terdampak gangguan pasokan listrik, serta melindungi daya beli publik dari gejolak harga energi.

Dalam pertemuan strategis tersebut, Presiden Prabowo menyentil keras insiden pemadaman listrik yang sempat melumpuhkan aktivitas warga dan roda perekonomian di sejumlah wilayah Kalimantan. Presiden memerintahkan Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) untuk segera bergerak cepat mengidentifikasi akar masalah teknis, mempercepat pemulihan keandalan jaringan, serta menyiapkan skema mitigasi jangka panjang agar krisis pemadaman listrik serupa tidak terulang kembali di kawasan sentra pertumbuhan ekonomi tersebut.

Merespons arahan langsung Kepala Negara, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa tim teknis gabungan dari kementerian dan PLN telah diterjunkan ke lapangan untuk menangani gangguan sistem transmisi dan pembangkit di Kalimantan. Otoritas ESDM berjanji akan terus memantau proses perbaikan secara intensif hingga seluruh pasokan listrik bagi pelanggan rumah tangga, fasilitas publik, maupun sektor industri dapat pulih total 100 persen.

Selain memprioritaskan krisis listrik di Kalimantan, Presiden Prabowo menetapkan penanganan tiga isu utama di sektor energi yang meliputi keandalan pasokan listrik, ketersediaan BBM nasional, serta percepatan program hilirisasi batu bara. Presiden menekankan bahwa hilirisasi batu bara menjadi agenda prioritas pemerintah untuk mengoptimalkan nilai tambah sumber daya alam domestik sekaligus mendukung diversifikasi energi nasional yang lebih efisien.

Mengenai dinamika harga bahan bakar minyak, Presiden Prabowo memberikan arahan khusus agar harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan stabil dan tidak mengalami kenaikan. Pemerintah menjamin alokasi kuota dan penyaluran BBM bersubsidi bagi masyarakat kurang mampu serta pelaku usaha mikro akan terus dijaga ketat agar tepat sasaran dan terhindar dari penyalahgunaan di rantai distribusi.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa stok nasional untuk BBM, gas LPG, dan pasokan batubara untuk pembangkit listrik berada dalam posisi sangat aman dan mencukupi kebutuhan nasional. Evaluasi pasokan energi secara berkala terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan konsumsi maupun gangguan cuaca yang dapat memengaruhi distribusi energi di berbagai pelosok tanah air.

Melalui instruksi tegas Presiden Prabowo ini, seluruh jajaran kementerian teknis dan BUMN sektor energi berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi lintas lembaga. Pemerintah menegaskan keberlanjutan pasokan energi yang stabil, andal, dan terjangkau merupakan hak mendasar masyarakat sekaligus fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan pertumbuhan ekonomi nasional.