Kupang, Avis News — Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 1 September 2026. Pertemuan strategis tersebut secara khusus membahas percepatan penyediaan hunian yang layak, murah, dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam rapat tersebut, Presiden memberikan arahan langsung mengenai efisiensi pembiayaan perumahan serta skema program bedah rumah target nasional. Rencana perbaikan ini ditargetkan menyasar hingga 400 ribu unit rumah tidak layak huni agar dapat ditransformasi menjadi hunian yang aman, sehat, dan kondusif.
PENATAAN LINGKUNGAN ASRI DAN SKEMA PEMBIAYAAN TERJANGKAU
Pemerintah menekankan bahwa pembangunan dan perbaikan rumah tidak boleh sekadar berfokus pada fisik bangunan semata. Sesuai dengan arahan Kepala Negara, penyediaan rumah layak harus ditopang oleh penataan lingkungan yang asri, ketersediaan sanitasi yang bersih, serta akses tata ruang yang mendukung produktivitas warga.
Selain aspek lingkungan, kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi fokus pembahasan utama. Pemerintah tengah merumuskan skema pembiayaan perumahan yang fleksibel dan terjangkau, termasuk penyelarasan dukungan sektor perbankan dan kementerian terkait agar alokasi subsidi perumahan tepat sasaran.
MEMILIKI RUMAH LAYAK ADALAH HAK DASAR RAKYAT
Langkah Presiden Prabowo memanggil jajaran kementerian terkait di Hambalang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengeksekusi program prioritas di sektor perumahan rakyat. Penyediaan hunian yang layak dan terjangkau merupakan salah satu kunci utama dalam menekan angka kemiskinan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Namun, target besar pembenahan ratusan ribu unit rumah memerlukan pengawasan ketat di lapangan. Eksekusi program harus terkoordinasi dengan baik antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan validitas data penerima manfaat dan mencegah kebocoran anggaran pembiayaan.
Masyarakat menantikan realisasi konkret dari skema pembiayaan dan pembenahan hunian ini agar manfaatnya dapat segera dirasakan secara langsung oleh keluarga yang membutuhkan di berbagai wilayah.