Kupang, Avis News — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan penanganan pascabencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya pada sektor pendidikan. Kepala Negara menegaskan bahwa aktivitas belajar mengajar di wilayah terdampak tidak boleh terhenti meski fasilitas sekolah mengalami kerusakan fisik.

Guna memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi, Presiden memerintahkan pendirian sekolah darurat menggunakan tenda-tenda militer dan tenda bantuan di lokasi bencana.

Pengadaan Tenda Militer untuk Kelas Darurat

Dalam arahannya, Presiden Prabowo meminta kementerian terkait bersama TNI dan BNPB untuk bergerak cepat menyulap tenda-tenda operasional menjadi ruang kelas sementara. Penambahan tenda sekolah darurat ini ditargetkan segera berdiri di titik-titik pengungsian maupun area sekolah yang bangunannya hancur atau tidak aman digunakan.

Langkah ini diambil agar para siswa dapat kembali melanjutkan proses pembelajaran tanpa harus menunggu seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan fisik selesai.

Pemulihan Psikologis dan Keberlanjutan Pendidikan

Selain menyediakan sarana fisik darurat, pemerintah juga memprioritaskan pemulihan kondisi psikologis (trauma healing) bagi para anak-anak korban gempa di NTT. Kehadiran sekolah darurat diharapkan dapat mengembalikan rutinitas harian anak-anak sehingga membantu mengurangi dampak trauma akibat bencana.

Pemerintah berkomitmen untuk mendampingi proses pemulihan di NTT secara komprehensif, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi hingga jaminan keberlanjutan layanan publik dan pendidikan.

Bencana tidak boleh memadamkan masa depan anak-anak; pendirian sekolah darurat menjadi langkah krusial menjaga asa dan pendidikan di tengah ujian gempa NTT.

Sumber: BERITASATU, METRO TV, ANTARA, KOMPAS, TIRTO, TVONE, WARTA EKONOMI.