Kupang, Avis News — Presiden RI Prabowo Subianto secara tegas menyatakan optimisme bahwa ekonomi Indonesia bakal menembus posisi empat besar dunia dalam kurun waktu 25 tahun ke depan. Proyeksi besar ini disampaikan Presiden karena didukung oleh hasil kalkulasi serta ramalan berbagai pakar dan lembaga analisis ekonomi global yang melihat melimpahnya potensi sumber daya alam serta kekuatan demografi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dalam perhitungannya, Prabowo mengungkapkan bahwa pertumbuhan pesat ekonomi nasional diproyeksikan mampu melampaui negara-negara maju yang saat ini mendominasi peta kekuatan ekonomi global, seperti Jerman, Inggris, hingga Prancis.
Menurut Prabowo, pandangan optimistis ini bukan sekadar klaim sepihak atau propaganda politik semata, melainkan hasil analisis komprehensif dari para ekonom terkemuka di tingkat internasional. Banyak lembaga independen dunia menilai bahwa Indonesia memiliki prasyarat utama untuk menjadi raksasa ekonomi baru, mulai dari jumlah populasi usia produktif yang melimpah hingga kekayaan mineral strategis yang sangat dibutuhkan industri masa depan.
Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa proyeksi manis tersebut tidak akan terwujud dengan sendirinya jika Indonesia tidak mampu mengelola kekayaannya secara mandiri. Prabowo menekankan pentingnya kepemimpinan yang berani, efisiensi anggaran, serta keberlanjutan program hilirisasi industri agar nilai tambah dari sumber daya alam tetap tinggal dan dinikmati di dalam negeri.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus menutup celah kebocoran anggaran negara, memperkuat daya saing UMKM, mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat demi mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Dengan menjaga stabilitas politik, keamanan, serta iklim investasi yang sehat, Prabowo meyakini lompatan ekonomi Indonesia menjadi kekuatan keempat dunia pada abad ke-21 bukan lagi sebatas mimpi, melainkan keniscayaan sejarah yang sedang dibangun dari sekarang.