Kupang, Avis News — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menemui secara langsung masyarakat dan nelayan terdampak musibah tumpahan minyak Montara guna menyiapkan langkah konkret pemulihan kawasan Laut Timor serta penanganan dampak sosial-ekonomi. Kehadiran Menkeu di tengah warga masyarakat pesisir tersebut menjadi komitmen nyata pemerintah pusat dalam mengawal penyelesaian masalah pencemaran lingkungan laut yang telah merugikan kehidupan para nelayan dan petani rumput laut selama bertahun-tahun.
Dalam pertemuan emosional bersama para korban musibah Montara, Menkeu Purbaya membawa pesan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan kepedulian serta penanganan serius pemerintah terhadap penderitaan warga NTT. Pemerintah menjamin bahwa negara hadir dan tidak akan tinggal diam dalam memperjuangkan hak-hak ganti rugi masyarakat serta memulihkan ekosistem perairan Laut Timor yang rusak akibat petaka ladang minyak tersebut.
Guna mempercepat proses penanganan di lapangan, Kementerian Keuangan mengerahkan jajaran BUMN di bawah naungan Special Mission Vehicle (SMV) untuk menyusun kajian ilmiah dan program aksi pemulihan ekonomi masyarakat terdampak. Pengerahan SMV Kemenkeu ini ditujukan untuk memberikan dukungan pembiayaan, pendampingan usaha mikro, serta rehabilitasi kawasan pesisir agar mata pencaharian warga dapat segera bangkit kembali.
Selain menggerakkan BUMN SMV, Menkeu Purbaya mengonfirmasi pembentukan tim riset komprehensif yang bertugas mengkaji tingkat kerugian lingkungan serta dampak jangka panjang terhadap sektor perikanan dan budi daya laut. Hasil kajian mendalam dari tim riset ini akan menjadi dasar pijakan ilmiah yang kuat bagi pemerintah dalam mengawal proses klaim ganti rugi serta penyaluran bantuan pemulihan yang tepat sasaran.
Masyarakat nelayan NTT menyambut haru kunjungan langsung Menkeu dan berharap jeritan keluhan mereka yang telah lama disampaikan ke pihak Istana dapat segera membuahkan hasil nyata. Para korban menaruh harapan besar agar skema ganti rugi finansial serta bantuan pemulihan dapat dicairkan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit-belit demi menyambung keberlanjutan hidup keluarga mereka.
Pemerintah menegaskan bahwa upaya pemulihan Laut Timor tidak hanya berfokus pada penyaluran ganti rugi materiil, tetapi juga mencakup program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi warga pesisir. Penanganan dampak sosial-ekonomi ini dirancang secara terpadu melalui pelatihan diversifikasi usaha, penyediaan bantuan alat tangkap modern, serta penguatan akses permodalan bagi komunitas nelayan lokal.
Melalui langkah responsif Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di NTT ini, pemerintah optimistis proses penuntasan kasus dan pemulihan pascamusibah tumpahan minyak Montara dapat berjalan lebih cepat dan adil. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi warga terdampak hingga kondisi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian ekosistem Laut Timor kembali pulih seperti sedalam kala.