Kupang, Avis News — Kepolisian Resor Ngada mengonfirmasi bahwa seorang bayi berusia 10 bulan dan seorang warga lanjut usia (lansia) meninggal dunia di lokasi pengungsian korban terdampak gempa bumi di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Penjelasan resmi mengenai kematian dua warga tersebut disampaikan oleh Kapolres Ngada guna meluruskan penyebab pasti kematian korban pengungsian, mengidentifikasi risiko kesehatan yang dihadapi kelompok rentan di tenda darurat, serta mendesak penanganan medis intensif bagi para pengungsi yang memiliki riwayat penyakit bawaan.
Kedua warga yang meninggal dunia tersebut teridentifikasi bernama Wilhelmus Separ (85), warga Kampung Toring, Desa Tadho Timur, serta Geraldus Ngala, bayi berumur 10 bulan asal Desa Lengkosambi Barat. Keduanya dinyatakan menghembuskan napas terakhir setelah kondisi kesehatannya mengalami penurunan drastis selama bertahan di lokasi pengungsian.
Kapolres Ngada AKBP Gede Harimbawa menegaskan bahwa kedua korban tidak meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi. Kondisi darurat pascabencana serta keterbatasan fasilitas di tenda pengungsian dinilai memicu perburukan riwayat penyakit bawaan yang diidap oleh kedua korban.
Wilhelmus Separ yang diketahui memiliki riwayat penyakit komplikasi mengungsi bersama keluarganya ke daerah perbukitan yang lebih tinggi pascaguncangan gempa. Setelah bertahan dalam kondisi darurat, kesehatan lansia tersebut terus memburuk hingga meninggal dunia di dalam tenda pengungsian pada Minggu sore.
Sementara itu, bayi Geraldus Ngala yang memiliki riwayat penyakit asma dievakuasi keluarganya ke Desa Lengkosambi Tengah saat terjadi kepanikan air laut pasang. Paparan cuaca serta kondisi lingkungan pengungsian menyebabkan balita tersebut mengalami krisis pernapasan hingga meninggal dunia pada Senin di Posko Pengungsian Taman Kerahiman.
Peristiwa tragis ini menjadi alarm keras bagi tim medis dan Satgas Penanggulangan Bencana di lapangan untuk memperketat pengawasan kesehatan terhadap kelompok rentan. Balita, ibu hamil, lansia, dan pengungsi dengan penyakit kronis memerlukan penanganan serta fasilitas perlindungan khusus selama masa tanggap darurat.
Melalui identifikasi lapangan dan pemantauan rutin ini, Polres Ngada bersama dinas kesehatan setempat terus menyisir posko-posko pengungsian di Kecamatan Riung. Penyiapan obat-obatan dasar dan mobilisasi tenaga medis diprioritaskan demi mencegah timbulnya korban jiwa tambahan di lokasi pengungsian pascagempa Flores.