Kupang, Avis News — Tim SAR gabungan mencatatkan penambahan jumlah korban jiwa akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur menjadi lima orang setelah berhasil mengevakuasi jasad seorang ibu dan anak-anaknya dari bawah reruntuhan bangunan. Evakuasi darurat yang memilukan ini terus diupayakan oleh petugas gabungan guna memindahkan para korban yang terjebak reruntuhan rumah di Kabupaten Manggarai Timur, memberikan penanganan medis mendesak bagi korban luka-luka, serta memetakan dampak kerusakan di seluruh lokasi bencana.
Kisah duka mendalam menyelimuti proses penanganan pascabencana saat tim evakuasi menemukan jasad seorang ibu yang meninggal dunia dalam posisi tetap memeluk erat bayinya di bawah material bangunan yang roboh. Peristiwa tragis tersebut menjadi gambaran nyata betapa dahsyatnya dampak guncangan gempa utama yang merubuhkan permukiman warga di kawasan Flores.
Di tengah suasana duka dan kepanikan warga akibat gempa susulan, sebuah kisah haru muncul dari wilayah Paga, Kabupaten Sikka. Seorang ibu melahirkan bayi perempuan dengan selamat di dalam ambulans di tengah guncangan gempa, yang kemudian diberi nama Gempita sebagai simbol harapan dan ketangguhan hidup di tengah bencana.
Kehadiran bayi Gempita menyuntikkan semangat moral bagi para warga dan relawan kemanusiaan yang sedang berjuang di lokasi pengungsian. Kelahiran tersebut menjadi pengingat akan adanya harapan dan kehidupan baru di balik musibah besar yang melanda kawasan Nusa Tenggara Timur.
Pemerintah daerah bersama pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memfokuskan pendataan serta penanganan darurat bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Pasokan logistik, makanan siap saji, serta perlengkapan bayi diprioritaskan untuk disalurkan ke tenda-tenda pengungsian warga.
Tim medis disiagakan di berbagai puskesmas dan rumah sakit lapangan guna menangani puluhan korban luka-luka yang tertimpa pecahan material rumah. Pelayanan trauma healing juga mulai disiapkan oleh petugas sosial untuk mendampingi anak-anak serta keluarga korban yang mengalami syok berat pascabencana.
Melalui upaya pencarian dan penyelamatan yang masih terus berlangsung ini, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk mendampingi warga terdampak hingga masa krisis terlampaui. Dukungan doa dan solidaritas nasional diharapkan dapat menguatkan ketabahan masyarakat Flores dalam menghadapi ujian bencana alam ini.