Kupang, Avis News — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan berskala besar di lingkungan Polri. Langkah penyegaran organisasi ini tertuang dalam surat telegram resmi Kapolri tertanggal 31 Agustus 2026 yang merombak puluhan perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen).
Rotasi kali ini menyasar sejumlah posisi kunci di tingkat Mabes Polri hingga kepemimpinan di tingkat Kepolisian Daerah (Polda).
Mutasi Pejabat Utama Mabes Polri
Dalam keputusan mutasi terbaru ini, Kapolri melakukan penyegaran pada jajaran Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri. Dua posisi strategis yang mengalami pergantian nakhoda adalah Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) dan Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM).
Pergantian pada posisi Astamaops dan As SDM dipandang sebagai langkah krusial untuk memperkuat pembinaan personel serta kesiapan operasional Polri dalam menghadapi tantangan pengamanan nasional ke depan.
Pergeseran Kepemimpinan di Tingkat Polda
Tidak hanya di tingkat markas besar, gelombang rotasi ini juga mentransisi pucuk pimpinan di beberapa wilayah hukum kepolisian daerah. Jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) di sejumlah provinsi dilaporkan bergeser ke pejabat baru.
Di antaranya, Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi salah satu wilayah yang mengalami penyegaran struktural pada posisi pejabat utamanya guna mengoptimalkan kinerja penegakan hukum dan pemeliharaan kamtibmas lokal.
Total 37 Perwira Memasuki Posisi Baru
Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 37 perwira tinggi dan menengah yang masuk dalam daftar mutasi dan rotasi kali ini. Skema pergeseran ini mencakup promosi jabatan, penyegaran tugas (tour of duty), hingga persiapan purnatugas bagi personel yang memasuki masa pensiun.
Langkah ini menegaskan konsistensi restrukturisasi internal Polri guna memastikan dinamika organisasi tetap berjalan responsif dan adaptif terhadap kebutuhan pelayanan publik.
Penguatan Orientasi Pelayanan dan Pengamanan
Pihak Mabes Polri menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah dan berkala dalam tubuh kepolisian. Selain sebagai bentuk regenerasi kepemimpinan, rotasi ini diharapkan mampu membawa penyegaran strategi operasional di setiap tingkatan wilayah.
Dengan pejabat-pejabat baru yang dilantik, Polri dituntut untuk semakin profesional, transparan, serta presisi dalam mengayomi dan melindungi masyarakat.
Perombakan posisi strategis dari Mabes hingga pimpinan daerah menjadi energi baru kepolisian: efektivitas penegakan hukum dan responsivitas pelayanan publik menjadi ujian nyata para pejabat baru.