Kupang, Avis News — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Pemerintah Republik Indonesia belum membuka opsi pengiriman bantuan dari luar negeri maupun pihak asing untuk penanganan tanggap darurat pascagempabumi di Nusa Tenggara Timur pada pertengahan Agustus 2026. Pernyataan resmi dari pihak Istana Negara tersebut disampaikan guna memberikan kepastian atas kesiapan serta kapasitas sumber daya nasional dalam menanggulangi bencana, memastikan seluruh penanganan pengungsi dan penyaluran logistik masih berada dalam kendali penuh pemerintah pusat bersama daerah, serta menegaskan komitmen penanganan bencana mandiri yang terstruktur dan cepat.

Mensesneg menjelaskan bahwa koordinasi lintas kementerian, lembaga, serta jajaran TNI-Polri berjalan sangat efektif di lapangan sejak hari pertama bencana. Seluruh kebutuhan logistik, obat-obatan, tenda pengungsian, hingga sarana evakuasi dinilai masih sanggup dipenuhi oleh anggaran dan cadangan nasional.

Pemerintah terus memantau perkembangan situasi di lapangan dari waktu ke waktu secara cermat. Evaluasi komprehensif dilakukan secara berkala guna memastikan tidak ada simpul distribusi logistik yang tersumbat di daerah-daerah terdampak di Flores.

Meskipun beberapa negara sahabat menyampaikan rasa simpati dan menawarkan uluran tangan kemanusiaan, Indonesia mengekspresikan apresiasi tinggi sembari menginformasikan bahwa situasi krisis saat ini masih dalam batas penanganan mandiri. Hubungan baik dan komunikasi dengan lembaga internasional tetap dijaga secara kooperatif.

Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana siap pakai (DSP) serta mengerahkan armada angkut darat, laut, dan udara untuk menembus titik-titik pengungsian terisolasi. Penanganan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan korban luka diprioritaskan mendapat perawatan medis terbaik.

Penguatan kapasitas nasional ini menjadi bukti kesiapsiagaan sistem manajemen bencana Indonesia dalam menghadapi situasi darurat berskala besar. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat menjadi modal utama dalam proses pemulihan pascabencana.

Melalui penegasan belum diperlukannya bantuan asing ini, Mensesneg meminta masyarakat untuk tetap optimis dan bersatu menopang saudara-saudara terdampak di Nusa Tenggara Timur. Pemerintah memastikan seluruh tahapan tanggap darurat hingga rekonstruksi wilayah akan diselesaikan secara tuntas demi keselamatan rakyat.