Kupang, Avis News — Indonesia menempati posisi pertama dalam tingkat kebanggaan warga terhadap negaranya berdasarkan survei Pew Research Center 2025. Sebanyak 96 persen responden di Indonesia menyatakan sangat atau cukup bangga terhadap negara mereka.
Angka tersebut menempatkan Indonesia di atas Meksiko dan Swedia yang sama-sama berada di angka 91 persen. Argentina dan Belanda menyusul dengan masing-masing 88 persen, sementara Jepang berada di 86 persen.
Di bawahnya terdapat Kanada dan Kenya dengan 83 persen, serta Israel dan Korea Selatan dengan 82 persen.
Temuan ini menunjukkan kuatnya rasa identitas nasional masyarakat Indonesia. Kebanggaan terhadap negara tidak hanya berkaitan dengan simbol-simbol nasional, tetapi juga dapat mencerminkan keterikatan masyarakat terhadap sejarah, budaya, masyarakat, dan identitas kebangsaan.
Namun, tingginya angka kebanggaan nasional perlu dibaca secara lebih kritis. Bangga terhadap negara tidak selalu berarti puas terhadap pemerintah atau seluruh kondisi kehidupan di dalam negeri. Seseorang dapat memiliki rasa cinta yang kuat terhadap negaranya sekaligus tetap mengkritik kebijakan pemerintah, ketimpangan sosial, maupun persoalan ekonomi.
Di sinilah angka 96 persen menjadi menarik. Indonesia bukan hanya menunjukkan tingginya rasa memiliki terhadap bangsa, tetapi juga memperlihatkan bahwa identitas kebangsaan tetap menjadi ikatan sosial yang kuat di tengah masyarakat yang sangat beragam.
Momentum peringatan kemerdekaan menjadi salah satu ruang ketika rasa kebanggaan tersebut terlihat secara terbuka—melalui pengibaran bendera, upacara, perayaan budaya, hingga berbagai ekspresi kecintaan terhadap Indonesia.
Pada akhirnya, kebanggaan nasional bukan sekadar tentang seberapa tinggi bendera dikibarkan, tetapi tentang seberapa besar warga merasa memiliki dan ikut bertanggung jawab terhadap masa depan negaranya.