Kupang, Avis News — Fluktuasi harga kebutuhan pokok di tingkat eceran nasional kembali menunjukkan tren yang patut diwaspadai, di mana komoditas cabai rawit merah kembali melambung tinggi.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dirilis pada Rabu (9/9/2026), harga rata-rata cabai rawit merah secara nasional bertengger di kisaran Rp92.400 per kilogram (kg). Lonjakan harga ini menjadikan cabai rawit merah sebagai salah satu komoditas hortikultura yang paling menyita perhatian di pasar tradisional.

Selain cabai rawit merah, pantauan harga pangan nasional juga mencatat variasi harga pada sejumlah komoditas bumbu dapur dan bahan pokok penting lainnya.

Untuk jenis cabai lainnya, cabai merah keriting tercatat berada di level Rp60.450 per kg, cabai merah besar Rp52.800 per kg, serta cabai rawit hijau di angka Rp64.650 per kg. Sementara itu, komoditas bawang merah dan bawang putih terpantau stabil di kisaran harga yang hampir setara, masing-masing Rp39.650 per kg dan Rp39.600 per kg.

BERAS HINGGA PROTEIN HEWANI

Pada sektor komoditas beras, harga di pasaran bervariasi tergantung kualitasnya. Beras kualitas bawah I tercatat Rp14.850 per kg dan kualitas bawah II Rp15.100 per kg.

Untuk kelas menengah, beras medium I berada di level Rp16.250 per kg dan medium II Rp16.050 per kg. Adapun beras kualitas super I dipatok seharga Rp17.350 per kg, sementara super II menyentuh Rp16.900 per kg.

Beralih ke produk protein hewani, harga daging ayam ras segar tercatat berada di level Rp39.550 per kg, sedangkan komoditas telur ayam ras dibanderol Rp29.250 per kg. Untuk daging sapi, kualitas I mencapai Rp147.650 per kg dan kualitas II berada di angka Rp141.000 per kg.

Kebutuhan penunjang lainnya seperti gula pasir lokal tercatat Rp19.100 per kg dan gula pasir premium Rp20.600 per kg. Di sektor minyak goreng, harga minyak goreng curah berada di level Rp20.750 per liter, minyak goreng kemasan bermerek II Rp23.750 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp24.250 per liter.

MENJAGA STABILITAS DI TENGAH TEKANAN HARGA

Lonjakan harga komoditas pangan, khususnya cabai, kerap menjadi momok yang langsung memukul daya beli masyarakat kecil dan pelaku usaha kuliner skala mikro.

Di atas kertas, data statistik harian memberikan gambaran transparan mengenai dinamika pasar.

Tetapi bagi ibu rumah tangga dan pedagang di pasar, angka-angka tersebut bukan sekadar laporan berkala, melainkan beban nyata yang harus dikelola setiap hari di tengah ketidakpastian ekonomi.

Pemerintah dituntut untuk tidak hanya memantau pergerakan harga lewat layar monitor, tetapi juga turun tangan mengintervensi rantai pasok agar disparitas harga antarwilayah tidak semakin melebar.

Sebab stabilitas harga pangan adalah fondasi utama ketahanan sosial, di mana ketersediaan bahan pokok yang terjangkau merupakan hak dasar setiap warga negara untuk hidup layak.