Kupang, Avis News — Gedung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah melalap si jago merah hingga menghanguskan hampir seluruh ruangan pada Rabu (12/8/2026) dini hari. Bencana kebakaran hebat ini terjadi secara mendadak saat kompleks perkantoran dalam keadaan sepi, sehingga memaksa puluhan unit armada pemadam kebakaran berjuang keras melokalisasi api agar tidak merambat ke bangunan utama Kantor Gubernur Kalteng.
Kobaran api pertama kali diketahui oleh petugas keamanan internal yang melihat kepulan asap tebal membubung tinggi dari dalam area gedung Biro Kesra. Api dengan cepat membesar dan menyebar ke area fasilitas kerja lainnya lantaran banyaknya material mudah terbakar seperti dokumen, sekat kayu, serta peralatan elektronik kantor.
Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangkaraya bersama relawan gabungan yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan ketat. Berkat respons cepat petugas di lapangan, amukan si jago merah berhasil dikendalikan dalam waktu beberapa jam sebelum merembet ke blok gedung pemerintahan yang bersebelahan.
Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini karena peristiwa terjadi di luar jam kerja pegawai. Namun, hampir seluruh fasilitas infrastruktur ruangan, perangkat komputer, serta arsip-arsip penting milik Biro Kesra Setda Kalteng dilaporkan hangus tak terselamatkan.
Kepolisian daerah setempat langsung memasang garis polisi di sekeliling lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Laboratorium Forensik diterjunkan guna mengidentifikasi penyebab pasti munculnya titik api serta menghitung taksiran total kerugian material yang ditimbulkan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan bahwa pelayanan publik dan fungsi administratif Biro Kesra akan tetap berjalan dengan mengalihkan operasional ke ruangan darurat di area kompleks Setda. Langkah inventarisasi dokumen serta penataan ulang ruang kerja darurat langsung disiapkan agar roda pemerintahan tidak terganggu.
Insiden kebakaran ini menjadi evaluasi penting bagi pengelola gedung pemerintahan daerah untuk meningkatkan sistem proteksi dan kelayakan pemadam api mandiri. Penyelidikan intensif pihak kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap penyebab utama kebakaran guna memberikan kepastian bagi publik dan jajaran Pemprov Kalteng.