Kupang, Avis News — Batam terus memperkuat posisi sebagai salah satu pintu ekspor produk perikanan Indonesia ke Singapura. Pemerintah Kota Batam menargetkan ekspor ikan ke negara tersebut mencapai 6.500 ton dengan nilai sekitar Rp270 miliar sepanjang 2026.
Target itu lebih tinggi dibandingkan realisasi 2025. Sepanjang tahun lalu, ekspor ikan Batam ke Singapura tercatat mencapai 6.406 ton dengan nilai sekitar Rp263,5 miliar.
Kenaikan target menunjukkan besarnya peluang pasar Singapura bagi produk perikanan Batam. Sejumlah komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti ikan kerapu, kakap, tenggiri, dingkis, udang vaname, sotong, kepiting hingga lobster menjadi bagian dari perdagangan tersebut. Data profil perikanan Batam juga menunjukkan bahwa Singapura menjadi tujuan utama ekspor komoditas ikan dari daerah itu.
Udang Vaname Jadi Andalan
Salah satu komoditas yang menopang ekspor adalah udang vaname. Produksi udang vaname Batam sepanjang 2025 mencapai sekitar 3.664 ton, dengan permintaan ekspor terutama berasal dari pasar Singapura.
Namun, mempertahankan ekspor bukan hanya soal mengejar volume. Kualitas dan keamanan produk menjadi syarat penting agar komoditas perikanan Batam tetap diterima pasar internasional.
Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama BP Batam pada Juli 2026 memperkuat kerja sama untuk mempercepat layanan sertifikasi mutu ekspor.
Melalui integrasi sistem KKP dengan aplikasi perizinan BP Batam, penerbitan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Kelautan dan Perikanan atau SMKHP dapat dilakukan sekitar 10–15 menit setelah dokumen prasyarat terpenuhi.
Ekspor Perikanan Batam Punya Ruang Tumbuh
Secara keseluruhan, nilai ekspor produk perikanan Batam pada 2025 mencapai Rp226,7 miliar dengan volume 8.858 ton, naik dari 2024 yang tercatat Rp203,4 miliar dengan volume 8.790 ton.
Hingga Juni 2026, ekspor produk perikanan Batam telah mencapai Rp48,7 miliar dengan volume 1.786 ton.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa pasar perikanan Batam masih memiliki ruang pertumbuhan. Tantangannya adalah menjaga kesinambungan produksi, kualitas hasil tangkapan dan budidaya, serta memastikan nelayan dan pelaku usaha kecil ikut mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekspor.
Bagi Batam, ikan bukan lagi sekadar komoditas laut. Ia menjadi bagian dari rantai ekonomi lintas negara yang harus dijaga dari laut hingga pasar.