Kupang, Avis News — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersiap mengambil bagian dalam pengembangan sejumlah proyek strategis nasional, termasuk proyek di sektor mobil listrik.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari rencana Danantara melalui Danantara Development Management Fund (DDMF) untuk membiayai dan mengembangkan proyek-proyek jangka panjang. Tempo melaporkan DDMF diproyeksikan menjadi salah satu instrumen Danantara untuk terlibat dalam proyek besar tanpa menggunakan anggaran negara secara langsung.

Fokus pada Proyek Strategis

Kehadiran Danantara dalam proyek mobil listrik menunjukkan semakin besarnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Investasi tidak hanya berkaitan dengan produksi kendaraan, tetapi juga berpotensi mencakup pembangunan rantai pasok, komponen, hingga infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

Langkah ini sejalan dengan peran Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis yang diarahkan untuk mengoptimalkan aset dan investasi pemerintah.

Tak Hanya Mobil Listrik

Selain sektor kendaraan listrik, Danantara juga tengah terlibat dalam berbagai proyek strategis lainnya.

Salah satunya adalah program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Danantara melalui PT Danantara Investment Management dan PT Daya Energi Bersih Nusantara telah mengembangkan sejumlah proyek PSEL di berbagai daerah.

Danantara juga sebelumnya menyatakan minat terlibat dalam proyek energi terbarukan Indonesia-Singapura yang mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan jaringan transmisi lintas negara. Nilai proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$30 miliar.

Tantangan Investasi

Masuknya Danantara ke berbagai sektor strategis membawa peluang sekaligus tantangan. Investasi harus memastikan proyek memiliki kelayakan ekonomi, tata kelola yang kuat dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Untuk industri mobil listrik, tantangan lainnya adalah membangun ekosistem yang kompetitif sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga mampu memperkuat industri dan rantai pasok domestik.

Bagi Danantara, proyek mobil listrik menjadi salah satu ujian bagaimana modal negara dapat diarahkan untuk mendorong industri masa depan.