Kupang, Avis News — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi masuk dalam daftar prospective candidates untuk posisi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO periode 2027–2032.

Nama Budi tercantum dalam daftar kandidat yang diajukan negara anggota WHO. Hingga saat ini, terdapat empat nama yang masuk dalam bursa, yakni Budi dari Indonesia, Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, dan Hans Henri P. Kluge dari Belgia.

Pencalonan ini menjadi langkah penting bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan kesehatan global. Jika terpilih, Budi akan menjadi orang Indonesia pertama yang memimpin WHO sejak organisasi tersebut berdiri pada 1948.

Proses Masih Panjang

Meski sudah masuk daftar calon prospektif, posisi Budi belum otomatis aman sebagai kandidat final. WHO masih membuka pengajuan nama dari negara anggota hingga 24 September 2026.

Setelah proses nominasi ditutup, Dewan Eksekutif WHO akan menyeleksi kandidat dan menyusun daftar pendek maksimal tiga nama untuk kemudian diajukan kepada World Health Assembly (WHA).

Pemilihan Dirjen WHO dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027, sedangkan pemimpin baru akan mulai menjalankan tugas pada 16 Agustus 2027, setelah masa jabatan kedua Tedros Adhanom Ghebreyesus berakhir.

Bukan Dokter, Tapi Punya Pengalaman Tata Kelola

Pencalonan Budi juga menarik perhatian karena latar belakangnya berbeda dengan banyak tokoh kesehatan.

Budi bukan dokter. Ia memiliki latar belakang pendidikan fisika nuklir dan sebelumnya membangun karier panjang di sektor perbankan dan korporasi. Ia pernah memimpin Bank Mandiri dan kemudian dipercaya memimpin Inalum sebelum masuk pemerintahan.

Sejak Desember 2020, Budi dipercaya sebagai Menteri Kesehatan dan terlibat dalam berbagai kebijakan kesehatan nasional, termasuk penanganan pandemi Covid-19 serta penguatan sistem kesehatan Indonesia.

Kini, pencalonannya membawa pertarungan baru ke tingkat internasional. Bukan hanya soal siapa yang paling layak memimpin WHO, tetapi juga bagaimana organisasi kesehatan dunia tersebut menghadapi tantangan pendanaan, pandemi, ketahanan sistem kesehatan, hingga ketimpangan akses layanan kesehatan global.

Perjalanan Budi Gunadi Sadikin menuju kursi Dirjen WHO masih panjang. Namun satu hal sudah pasti: Indonesia kini resmi membawa nama sendiri ke arena perebutan kepemimpinan organisasi kesehatan dunia.

Sumber: WHO, Metro TV, detikHealth, CNBC Indonesia.