Kupang, Avis News — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di kawasan Nusa Tenggara Timur untuk mewaspadai potensi bahaya bangunan retak maupun rusak pasca-tercatatnya 2.119 kali gempabumi susulan di wilayah Flores hingga Selasa, 18 Agustus 2026. Imbauan keselamatan publik dan rilis pemutakhiran data seismik tersebut dikeluarkan oleh BMKG guna mencegah jatuhnya korban jiwa akibat reruntuhan infrastruktur pascaguncangan gempa utama, memantau intensitas frekuensi guncangan susulan yang masih aktif, serta menginstruksikan warga pengungsi agar tidak menempati struktur bangunan yang rapuh.
Berdasarkan data pemutakhiran BMKG, dari total ribuan aktivitas gempabumi susulan yang terdeteksi, setidaknya terdapat 70 kali guncangan yang getarannya dirasakan secara nyata oleh warga di daratan. Kekuatan gempa susulan bervariasi, dengan magnitudo terbesar tercatat mencapai 6,2.
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan warga terhadap kondisi tempat tinggal pascabencana. Bangunan yang mengalami retak struktur akibat gempa utama dinilai sangat rentan roboh apabila kembali diguncang oleh gempa susulan yang berkekuatan sedang hingga besar.
Tim pemantau BMKG terus bekerja secara konstan selama 24 jam untuk merekam setiap aktivitas tektonik di Laut Flores. Walau frekuensi guncangan menunjukkan tren pelemahan secara bertahap, pelepasan energi di zona sesar aktif diproyeksikan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah daerah dan BPBD setempat diminta untuk menyisir kembali kelayakan bangunan fasilitas umum, sekolah, serta rumah warga sebelum diizinkan untuk ditempati kembali. Penyiapan posko pengungsian yang aman dan memadai terus diprioritaskan demi menjamin keselamatan masyarakat.
BMKG juga mengingatkan publik agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu bohong atau disinformasi yang meresahkan mengenai potensi gempa susulan berskala besar. Informasi resmi terkait perkembangan kebencanaan hanya disalurkan melalui kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG dan otoritas pemerintah.
Melalui pemantauan intensif terhadap 2.119 gempa susulan ini, BMKG mengimbau masyarakat Flores untuk tetap mengutamakan keselamatan dan mengikuti seluruh petunjuk dari petugas penanggulangan bencana di lapangan. Mitigasi mandiri serta penghindaran terhadap struktur bangunan rusak menjadi langkah krusial dalam mengurangi risiko pascagempabumi.