Kupang, Avis News — Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah melakukan penyisiran terhadap rekening virtual account yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengembalian tersebut dilakukan setelah BGN menemukan 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang terindikasi bermasalah. Temuan itu mencakup rekening ganda, dapur yang belum beroperasi, hingga rekening yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan proses pemeriksaan dilakukan dengan memverifikasi rekening SPPG satu per satu. Dari hasil penyisiran tersebut, dana yang sebelumnya telah masuk ke rekening bermasalah ditarik kembali dan disetorkan ke kas negara.

414 Dapur Masuk Pemeriksaan

Temuan 414 SPPG tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap tata kelola anggaran program MBG. BGN menyebut pemeriksaan dilakukan untuk memastikan dana negara hanya mengalir kepada dapur yang memenuhi persyaratan dan benar-benar menjalankan operasional.

Rinciannya, dana yang dikembalikan berasal dari sejumlah bank, yakni Rp137,5 miliar dari 121 SPPG melalui BRI, Rp74 miliar dari 117 SPPG melalui BNI, Rp71,6 miliar dari 129 SPPG melalui Bank Mandiri, Rp12,9 miliar dari 19 SPPG melalui BSI, serta Rp15,3 miliar dari 28 SPPG melalui BTN.

BGN memastikan penyisiran belum berhenti. Lembaga tersebut masih akan memeriksa data dan rekening SPPG untuk menemukan kemungkinan adanya anomali lain.

Ujian Tata Kelola Program MBG

Pengembalian dana tersebut menjadi salah satu langkah korektif dalam pengelolaan program MBG yang memiliki skala anggaran besar.

Bagi publik, persoalannya bukan hanya berapa banyak uang yang berhasil dikembalikan. Yang lebih penting adalah bagaimana sistem pengawasan mampu mencegah dana negara mengalir ke dapur yang belum beroperasi atau rekening yang tidak sesuai sejak awal.

BGN sebelumnya juga menegaskan penguatan pengawasan dan tata kelola berbasis sistem untuk mendorong program MBG yang lebih transparan dan akuntabel.

Uang negara telah dikembalikan. Tantangan berikutnya adalah memastikan kesalahan serupa tidak kembali terjadi.