Kupang, Avis News — Menteri Koperasi (Menkop) memastikan pemerintah akan menanggung penuh gaji para manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama dua tahun pertama masa kerja. Langkah berani ini diambil pemerintah demi menjamin profesionalisme tata kelola koperasi di tingkat desa serta memberikan masa transisi yang stabil hingga unit usaha tersebut mampu mandiri secara finansial.
Kepastian fasilitas eksklusif ini disampaikan Menkop sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi perdesaan melalui program strategis nasional Kopdes Merah Putih. Pemerintah menilai penguatan sumber daya manusia (SDM) profesional di tingkat desa menjadi kunci utama agar bantuan modal dan program tidak berakhir mangkrak.
Dengan adanya jaminan gaji dari negara pada fase awal, para manajer profesional diharapkan dapat berfokus penuh membangun fundamental bisnis, memperluas jejaring pasar, dan mengoptimalkan potensi produk unggulan desa tanpa terbebani target pendapatan jangka pendek untuk membayar operasional internal.
"Pemerintah berkomitmen mendampingi pembentukan dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih. Untuk dua tahun pertama, gaji para manajer profesional yang mengelola Kopdes akan ditanggung penuh oleh APBN. Hal ini dilakukan agar pengurus dan manajer fokus membesarkan usaha tanpa terbebani biaya operasional awal," ujar Menteri Koperasi dalam keterangannya di Jakarta.
Memasuki tahun ketiga, skema pembiayaan akan dialihkan secara bertahap. Gaji dan insentif manajer Kopdes Merah Putih nantinya akan sepenuhnya diambil dari hasil pendapatan murni (revenue) usaha yang dikelola oleh koperasi itu sendiri.
Mengenai besaran atau nominal gaji yang akan diterima para manajer, Menkop menjelaskan bahwa angkanya saat ini masih terus digodok bersama kementerian dan lembaga terkait. Indikator penetapan gaji nantinya akan disesuaikan dengan standar wilayah, skala usaha koperasi, serta indikator kinerja utama (KPI) yang ditetapkan.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menarik minat para profesional muda, sarjana, dan talenta terbaik daerah untuk kembali ke desa dan memimpin pergerakan ekonomi berbasis koperasi.