Kupang, Avis News — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mulai mendistribusikan 200 gelagar baja beserta alat berat ke wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna mempercepat pembangunan kembali empat jembatan yang putus akibat diterjang bencana alam. Pengiriman material dan pengerjaan infrastruktur darurat ini dilakukan atas instruksi langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) demi memulihkan kembali konektivitas antarwilayah yang sempat terisolasi serta membangkitkan roda perekonomian masyarakat setempat.

Proses pembongkaran dan pendistribusian logistik baja skala besar tersebut dikawal secara ketat oleh jajaran Korem 161/Wira Sakti bersama Kodim setempat di lapangan. Wilayah Amfoang selama ini dikenal memiliki medan yang cukup berat dan rawan terisolasi saat musim penghujan tiba, sehingga pemulihan akses lintasan infrastruktur vital menjadi prioritas utama penanganan darurat prajurit TNI di tanah Flobamora.

Kerja cepat ini ditargetkan untuk menyasar titik-titik krusial yang selama ini menjadi urat nadi pergerakan masyarakat setempat. “ _Di wilayah Amfoang akan dibangun empat jembatan, yaitu Termanu, Kapsali, Bipolo, dan Nunpisa. Jembatan ini sangat vital untuk memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat,_ ” kata Brigjen TNI Hendro Cahyono saat menegaskan pentingnya percepatan pengerjaan fisik di lapangan.

Dukungan penuh dari pimpinan tertinggi TNI AD ini memastikan seluruh proses konstruksi jembatan bailey dan pemasangan gelagar baja dapat berjalan secara terukur serta tepat waktu. Langkah taktis prajurit di lapangan diharapkan mampu mengakhiri kelumpuhan jalur transportasi darat yang selama ini menyulitkan mobilitas warga, distribusi bahan pokok, serta akses layanan publik di kawasan perbatasan tersebut.

Pemerintah daerah bersama warga lokal menyambut hangat kehadiran jajaran TNI AD yang bergerak cepat menembus kawasan terpencil di Kabupaten Kupang. Dengan dimulainya percepatan pembangunan empat jembatan strategis ini, aksesibilitas warga Amfoang diproyeksikan akan kembali normal sepenuhnya dalam waktu dekat, sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam situasi tanggap darurat bencana.