Kupang, Avis News — Dugaan kasus yang menimpa seorang mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) menjadi perhatian publik setelah beredar informasi bahwa proposal penelitiannya telah dibatalkan hingga 12 kali. Kondisi tersebut disebut berdampak pada kesehatan mental yang bersangkutan hingga dikabarkan mengalami depresi berat.
Peristiwa ini memicu beragam respons dari masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa. Banyak pihak menilai bahwa proses akademik harus tetap mengedepankan prinsip pembinaan, transparansi, dan pendampingan agar tidak menimbulkan tekanan psikologis yang berlebihan terhadap mahasiswa.
Di tengah perhatian publik, Universitas Nusa Cendana menyatakan telah mengambil langkah penyelesaian melalui dialog terbuka dan menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan mental bagi sivitas akademika. Kampus juga memperkenalkan penguatan kurikulum kesehatan mental serta program peer support sebagai ruang aman bagi mahasiswa yang membutuhkan pendampingan.
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan pendidikan tinggi. Tekanan akademik yang berlangsung dalam waktu lama perlu diimbangi dengan komunikasi yang baik antara mahasiswa dan dosen pembimbing, serta akses terhadap layanan konseling yang mudah dijangkau.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi yang dapat memverifikasi secara independen klaim bahwa proposal penelitian tersebut benar-benar telah dibatalkan sebanyak 12 kali. Avis News akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi berdasarkan keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.