Kupang, Avis News — Pemerintah kembali memperluas Program Magang Nasional atau MagangHub pada 2026. Tahun ini, pemerintah menyiapkan kuota 150 ribu peserta dengan anggaran sekitar Rp4,14–Rp4,2 triliun.
Program tersebut ditujukan terutama bagi lulusan baru perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Salah satu daya tarik program ini adalah uang saku peserta yang masih ditanggung pemerintah. Besarannya mengikuti upah minimum sesuai lokasi tempat magang. Untuk Nusa Tenggara Timur, misalnya, besaran bantuan tercatat sekitar Rp2,45 juta berdasarkan ketentuan 2026.
UMKM Bisa Menjadi Tempat Magang
Skema tersebut membuka peluang bagi perusahaan dan pelaku usaha untuk menjadi mitra penyelenggara. Perusahaan yang ingin berpartisipasi harus mendaftarkan diri melalui platform MagangHub dan menjalani proses verifikasi.
Bagi UMKM, kehadiran peserta magang dapat menjadi kesempatan untuk memperoleh tambahan talenta muda sekaligus mengenalkan calon tenaga kerja pada proses bisnis secara langsung.
Namun, program ini bukan sekadar menyediakan tenaga tambahan, peserta harus mendapatkan pengalaman kerja yang relevan, pendampingan mentor serta evaluasi selama menjalani program. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk sertifikasi kompetensi, pelatihan dan pendampingan mentor.
Jangan Berubah Menjadi Tenaga Kerja Murah
Besarnya dukungan pemerintah membuat program ini menarik bagi dunia usaha. Tetapi di sisi lain, kualitas pelaksanaan menjadi hal yang perlu diawasi.
Peserta magang adalah lulusan baru yang sedang membangun pengalaman profesional. Karena itu, pekerjaan yang diberikan harus memiliki kaitan dengan kompetensi dan memberikan proses pembelajaran yang nyata.
Pemerintah sebelumnya juga mengevaluasi pelaksanaan program magang dan menemukan bahwa program tersebut membantu membuka akses pengalaman kerja serta memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha.
Pada 2026, pemerintah menargetkan 150 ribu peserta, meningkat dari 100 ribu peserta pada angkatan sebelumnya. Evaluasi program sebelumnya juga menjadi dasar peningkatan kuota tersebut.
Jembatan Menuju Dunia Kerja
Program Magang Nasional pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang membayar uang saku.
Yang lebih penting adalah apakah enam bulan pengalaman tersebut mampu membuat lulusan baru lebih siap memasuki dunia kerja.
Bagi UMKM, program ini dapat menjadi ruang untuk menemukan talenta baru. Bagi peserta, ini menjadi kesempatan membuktikan kemampuan sebelum benar-benar masuk ke pasar kerja.
Jika dikelola dengan benar, program ini bukan sekadar magang. Ia bisa menjadi jembatan dari bangku kuliah menuju pekerjaan.