Kupang, Avis News — Produktivitas padi di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, melonjak hingga 12,3 ton gabah per hektare. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan hasil sebelumnya yang berada di kisaran 6 ton per hektare.

Capaian tersebut diperoleh melalui demonstration plot (demplot) yang dikembangkan PT Pupuk Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan.

Demplot berada di Desa Lumban Toruan, Kecamatan Lae Parira. Hasil panen diukur menggunakan metode ubinan secara bersama oleh Pupuk Indonesia, penyuluh pertanian lapangan dan petani, sehingga hasilnya dapat diketahui secara objektif.

Peningkatan produktivitas tidak hanya mengandalkan pupuk. Pengolahan lahan yang tepat, pemupukan terukur dan berimbang, serta pendampingan selama musim tanam menjadi bagian dari pendekatan yang diterapkan.

Bagi petani Dairi, capaian ini diharapkan menjadi dorongan untuk kembali mengoptimalkan lahan persawahan yang sebelumnya sempat mengalami penurunan hasil panen.

Pemerintah daerah juga menilai kondisi tanah menjadi faktor penting. Perbaikan kualitas tanah, termasuk penggunaan pupuk organik dan kapur pertanian untuk membantu memperbaiki pH tanah, dinilai dapat mendukung penyerapan unsur hara secara lebih optimal.

Jika pendekatan tersebut dapat diterapkan secara konsisten dan sesuai kondisi lahan, peningkatan produktivitas bukan hanya berdampak pada hasil panen petani, tetapi juga berpotensi memperkuat posisi Dairi sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sumatera Utara.