Kupang, Avis News — Investasi di sejumlah kabupaten di luar Pulau Jawa menunjukkan geliat kuat sepanjang semester pertama 2026. Morowali, Sulawesi Tengah, menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar dalam daftar kabupaten luar Jawa, mencapai sekitar Rp65,87 triliun pada Januari–Juni 2026.
Di posisi kedua terdapat Halmahera Tengah, Maluku Utara, dengan realisasi sekitar Rp55,74 triliun. Sementara Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, berada di urutan ketiga dengan sekitar Rp25,39 triliun.
Data tersebut memperlihatkan bahwa arus modal mulai semakin terkonsentrasi di sejumlah daerah yang memiliki basis industri dan sumber daya alam strategis.
Hilirisasi Jadi Penarik Modal
Morowali dan Halmahera Tengah menonjol karena perkembangan industri pengolahan logam serta aktivitas hilirisasi nikel. Penguatan rantai industri membuat kawasan tersebut menjadi tujuan investasi bernilai besar.
Fenomena ini sejalan dengan tren investasi nasional. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi Indonesia sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi tersebut juga menyerap sekitar 1,45 juta tenaga kerja.
Sumbawa Barat Masuk Tiga Besar
Masuknya Sumbawa Barat ke posisi tiga besar menunjukkan bahwa investasi besar tidak hanya terkonsentrasi di kawasan industri nikel Sulawesi dan Maluku.
Di NTB, sektor energi dan sumber daya mineral masih menjadi salah satu penggerak utama investasi. Pada kuartal II 2026, Sumbawa Barat tercatat sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar di NTB, mencapai sekitar Rp11,44 triliun pada periode tersebut.
Capaian itu memperlihatkan bagaimana kekayaan sumber daya dan pembangunan industri dapat mengubah peta investasi daerah.
Tantangan Setelah Investasi Masuk
Besarnya investasi tentu membawa peluang bagi daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga pembangunan infrastruktur dan tumbuhnya aktivitas ekonomi baru.
Namun, nilai investasi yang besar juga menuntut manfaat yang lebih luas bagi masyarakat lokal. Pemerintah daerah perlu memastikan investasi berjalan dengan tata kelola yang baik, menyerap tenaga kerja setempat, menjaga lingkungan, serta mendorong tumbuhnya usaha masyarakat di sekitar kawasan industri.
Sebab, ukuran keberhasilan investasi bukan hanya berapa triliun rupiah yang masuk, tetapi juga seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat di daerah tujuan investasi.