Kupang, Avis News — Manchester United harus menelan pil pahit usai tersingkir secara dramatis pada putaran ketiga Piala Liga Inggris atau Carabao Cup 2026/2027. Menjamu Brighton & Hove Albion di Stadion Old Trafford, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB, skuad asuhan Michael Carrick tumbang dengan skor 2-3.

UNGGUL DUA GOL SEBELUM DI-COMEBACK

Setan Merah sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik dan sempat berada di atas angin. Laga baru berjalan delapan menit, Shea Lacey sukses membawa United memimpin 1-0 lewat tembakan keras usai menerima umpan Youri Tielemans. Gol perdana bagi tim senior ini sekaligus menorehkan catatan spesial bagi Lacey sebagai pemain remaja pertama yang mencetak gol pada debut starter sejak Marcus Rashford pada Februari 2016.

Hanya berselang dua menit, keunggulan tuan rumah bertambah menjadi 2-0. Mason Mount berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola rebound dari sepakan Marcus Rashford yang sempat ditepis kiper Jason Steele.

Namun, keunggulan dua gol tersebut gagal dipertahankan hingga paruh pertama usai. Brighton mampu memperkecil kedudukan menjelang turun minum di injury time babak pertama lewat sepakan Charalampos Kostoulas, memanfaatkan umpan jauh Jaouen Hadjam.

Memasuki babak kedua, The Seagulls semakin tampil agresif. Pascal Gross sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-65 usai memaksimalkan umpan dari Luka Vuskovic. Petaka bagi United benar-benar terjadi lima menit berselang ketika pemain pengganti Maxim De Cuyper sukses mencetak gol penentu kemenangan 2-3 bagi Brighton setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Karl Darlow.

REKOR 50 TAHUN HANGUS DAN TEKANAN UNTUK CARRICK

Kekalahan menyakitkan ini tidak hanya membuat United tersingkir lebih awal, tetapi juga menghanguskan rekor tak terkalahkan Setan Merah selama 50 tahun di kandang sendiri ketika sudah memimpin dua gol. Hasil negatif ini juga memperpanjang tren buruk United menyusul kekalahan di laga derby kontra Manchester City sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap pelatih Michael Carrick semakin membesar, terlebih sebagian suporter di Old Trafford melontarkan cemoohan usai laga berakhir. Kendati demikian, Carrick menegaskan dirinya tidak merasa terganggu oleh tekanan eksternal dan tetap fokus membenahi performa tim.

"Saya tidak merasa tertekan. Bagaimanapun juga, itu sama sekali tidak mengganggu saya. Yang mengganggu saya adalah memenangkan pertandingan, memiliki suasana bagus di sekitar tempat ini dan suasana baik di dalam tim," ujar Carrick.

Ujian berat berikutnya sudah menanti Manchester United saat harus melawat ke markas Fulham di Craven Cottage pada akhir pekan nanti, Minggu (20/9/2026), dalam lanjutan Liga Primer Inggris sebelum memasuki jeda internasional.