Kupang, Avis News — AC Milan harus menelan pil pahit pada laga perdana mereka di fase liga Liga Europa 2026/27. Bermain di kandang sendiri di Stadion San Siro, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB, Rossoneri dipaksa menyerah dengan skor 0-2 oleh wakil Portugal, Benfica.
PERJALANAN LAGA DAN GOL BENFICA
Meski tampil mendominasi jalannya permainan dan mencatatkan sejumlah peluang, lini pertahanan Benfica yang tampil rapat terbukti sulit dibongkar oleh anak asuh Ruben Amorim.
Benfica justru berhasil membuka keunggulan terlebih dahulu pada menit ke-16 melalui tembakan jarak jauh Dodi Lukebakio yang meluncur mulus ke sudut kiri gawang Mike Maignan. Tertinggal satu gol, Milan mencoba merespons lewat upaya Filippo Terracciano dan Christian Pulisic, namun ketangguhan kiper Anatoliy Trubin di bawah mistar gawang Benfica berhasil mementahkan berbagai peluang tuan rumah.
Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Milan kembali kebobolan pada babak kedua tepatnya menit ke-54. Jakub Kaminski sukses memperlebar keunggulan tim tamu menjadi 2-0 setelah memanfaatkan umpan matang dari Souffian El Karouani. Hingga peluit panjang berbunyi, skuad Milan gagal mencetak gol balasan, membuat Benfica sukses mengamankan tiga poin penuh di San Siro.
SOROTAN KEPADA RUBEN AMORIM DAN EVALUASI TIM
Kekalahan ini menjadi hasil negatif pertama bagi Ruben Amorim sejak resmi menakhodai AC Milan, setelah sebelumnya hanya mampu meraih hasil imbang kontra Juventus dan Lazio di ajang Serie A. Tekanan publik pun mulai meningkat terhadap pendekatan taktik yang diterapkan sang pelatih.
Usai pertandingan, Amorim secara terbuka mengakui bahwa timnya menghadapi kendala serius, terutama pada paruh pertama pertandingan di mana para pemain gagal menjalankan rencana permainan dengan baik.
"Inti dari gagasan saya adalah bermain sepak bola. Untuk mewujudkannya, kami perlu memainkan bola, tetapi kami justru menciptakan lebih banyak masalah bagi diri sendiri saat menguasai bola," ungkap Amorim kepada Sky Sport Italia.
Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti masalah organisasi permainan tim yang dinilainya masih belum rapi. Dengan awal yang kurang mulus di kumpuan Eropa ini, Milan dituntut segera berbenah untuk mengembalikan konsistensi dan mentalitas bertanding pada laga-laga selanjutnya.