Kupang, Avis News — Pemerintah Australia bersiap melakukan perombakan besar-besaran pada sistem imigrasi nasional. Kebijakan ini mencakup wacana penghentian izin bagi mahasiswa internasional untuk membawa anggota keluarga, seperti pasangan dan anak-anak tanggungan, selama menjalani masa studi di Negeri Kanguru.

LANGKAH STRATEGIS TEKAN ANGKA MIGRASI

Rencana perombakan tersebut dijadwalkan akan diumumkan secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, melalui pidatonya di National Press Club pada Kamis (17/9/2026). Kebijakan ini disiapkan pemerintah untuk mengejar target penurunan angka migrasi bersih luar negeri (net overseas migration) secara bertahap.

Pemerintah Australia menargetkan angka migrasi bersih dapat turun dari kisaran 300.000 orang saat ini menjadi 225.000 orang pada tahun 2028 mendatang. Lonjakan arus migrasi dalam beberapa tahun terakhir sebagian besar memang didorong oleh kedatangan mahasiswa internasional, pekerja terampil sementara, serta backpacker setelah perbatasan dibuka kembali pada Februari 2022.

SASARAN "VISA HOPPING" DAN PENGETATAN ATURAN

Selain membatasi hak mahasiswa asing membawa keluarga—yang sebelumnya masih mengizinkan pasangan untuk bekerja dengan batasan jam tertentu—paket reformasi imigrasi ini juga akan menyasar praktik perpindahan jenis visa (visa hopping). Pemerintah ingin memastikan pemegang visa sementara segera meninggalkan Australia setelah masa tinggalnya berakhir apabila tidak memiliki jalur sah untuk menetap permanen.

Langkah pengetatan ini juga dilakukan di tengah meningkatnya tekanan politik domestik serta menguatnya dukungan terhadap partai sayap kanan One Nation yang mengusung prinsip pembatasan migrasi. Kendati demikian, kebijakan pembatasan terhadap mahasiswa asing ini sempat menuai kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk Universities Australia, terkait dampaknya terhadap sektor pendidikan tinggi. Rincian teknis serta aturan baku dari kebijakan tersebut masih menunggu pengumuman resmi lebih lanjut dari pemerintah Australia.

Sumber : Tribun News, Detik, iNews.