Kupang, Avis News — Pemerintah Kota Kupang menorehkan prestasi gemilang dalam tata kelola administrasi dan manajemen kepegawaian tingkat regional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo, Pemkot Kupang resmi dinobatkan sebagai daerah terbaik nomor satu dalam implementasi kebijakan kepegawaian dari total 44 kabupaten/kota di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali.

Penghargaan tertinggi bertajuk Adhi Manawa Nugraha Utama tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, dalam momentum Apel Kekuatan Gabungan yang digelar di Lapangan Kantor Wali Kota Kupang, Senin (14/9/2026).

PENGAKUAN ATAS INOVASI DAN KOMITMEN KARIER ASN

Dalam amanatnya di hadapan jajaran aparatur sipil negara (ASN), Kepala BKN Prof. Zudan memuji konsistensi Pemkot Kupang yang dinilai proaktif dalam mendukung pengembangan karier serta memberikan kepastian hukum bagi para pegawainya.

Sejumlah terobosan birokrasi yang sukses diterapkan di antaranya kemudahan pencantuman gelar akademik, optimalisasi sistem e-kinerja harian, hingga skema kenaikan pangkat periodik yang kini dapat diproses setiap bulan. Langkah progresif ini terbukti berhasil memangkas kerumitan alur administrasi kepegawaian daerah.

“BKN memberikan penghargaan nomor satu, terbaik. Nama penghargaannya adalah Adhi Manawa Nugraha Utama. Nomor satu, terbaik dari 44 kabupaten/kota di wilayah NTT, NTB dan Bali,” tegas Prof. Zudan di hadapan ratusan ASN.

Ia juga berpesan agar capaian membanggakan ini tidak membuat jajaran Pemkot Kupang cepat berpuas diri. Prof. Zudan mendorong agar budaya kerja berbasis digital terus digenjot demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan fleksibel.

TANTANGAN BARU DAN ORIENTASI PELAYANAN MASYARAKAT

Menanggapi apresiasi tingkat nasional tersebut, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan rasa syukur dan menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan buah kerja keras bersama seluruh jajaran perangkat daerah dan insan ASN di lingkup Pemkot Kupang.

Kendati demikian, Christian memandang anugerah Adhi Manawa Nugraha Utama bukan sekadar trofi administratif semata, melainkan lecutan semangat dan tantangan nyata untuk membuktikan bahwa birokrasi yang tertata rapi harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Bagi Pemkot Kupang, capaian ini sekaligus menjadi tantangan untuk memastikan birokrasi yang semakin tertata melahirkan pelayanan publik yang semakin nyata dirasakan masyarakat,” ungkap dr. Christian Widodo.

Memasuki triwulan terakhir tahun 2026, Pemkot Kupang berkomitmen untuk tancap gas menuntaskan berbagai agenda krusial pembangunan daerah—mulai dari optimalisasi pendapatan dan belanja daerah, penanganan stunting serta kemiskinan ekstrem, akselerasi infrastruktur, pengendalian inflasi, hingga peningkatan mutu pendidikan demi mendaratkan reformasi birokrasi yang benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.