Kupang, Avis News — Kopi Indonesia semakin kuat di pasar global. Kementerian Perindustrian mencatat nilai ekspor kopi olahan Indonesia sepanjang 2025 mencapai US$692 juta atau sekitar Rp12,33 triliun, naik 4,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kopi Indonesia tidak hanya memiliki daya saing sebagai komoditas mentah, tetapi juga memiliki peluang besar melalui produk bernilai tambah.
Indonesia saat ini tercatat sebagai produsen kopi terbesar keempat dunia. Industri pengolahan menjadi salah satu sektor yang terus didorong untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas perkebunan dalam negeri.
Bukan Sekadar Biji Kopi
Kinerja ekspor tersebut menjadi bagian dari peluang lebih luas bagi produk agro Indonesia. Selain kopi, produk olahan teh, kakao, hortikultura, susu, hingga pangan fermentasi dinilai memiliki potensi untuk menembus pasar global.
Untuk kopi olahan, volume ekspor pada 2025 mencapai sekitar 182,4 ribu ton, dengan produk didominasi robusta sekitar 72 persen dan arabika 28 persen. Pasar tujuan utama antara lain Filipina, Malaysia, Uni Emirat Arab, Rusia, dan Thailand.
Pemerintah kini mendorong hilirisasi agar komoditas lokal tidak berhenti sebagai bahan mentah. Produk dengan pengolahan dan identitas asal yang kuat dinilai dapat memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi industri dan pelaku usaha di dalam negeri.
Dari kebun di berbagai daerah, kopi Indonesia kini membawa nilai tambah hingga ke pasar dunia.