Kupang, Avis News — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rekor bersejarah baru dalam perkembangan industri pasar modal nasional setelah jumlah investor saham di Indonesia secara resmi menembus angka psikologis 10,05 juta Single Investor Identification (SID) hingga awal Agustus 2026. Pencapaian luar biasa ini didorong oleh laju pertumbuhan jumlah investor yang melonjak tinggi sebesar 16,83 persen dibandingkan periode sebelumnya, seiring dengan makin meluasnya tingkat literasi keuangan, kemudahan akses teknologi digital, serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi jangka panjang.

Pencapaian angka 10,05 juta investor saham ini menjadi tonggak sejarah baru yang mengukuhkan transformasi besar dalam lanskap keuangan dan ekonomi makro Indonesia. Otoritas bursa menilai bahwa tren positif ini mencerminkan pergeseran pola pikir masyarakat yang secara masif mulai beralih dari budaya menabung konvensional menuju budaya berinvestasi yang produktif (from saving to investing society) guna menjaga nilai aset mereka dari guncangan inflasi.

Pihak Manajemen Bursa Efek Indonesia mengungkapkan bahwa lonjakan jumlah partisipan ritel hingga mencapai pertumbuhan 16,83 persen merupakan hasil nyata dari strategi integrasi digitalisasi pasar modal yang dijalankan secara konsisten. Proses pembukaan rekening efek yang kini dapat dilakukan secara online dalam hitungan menit, didukung oleh sosialisasi edukasi yang intensif melalui kolaborasi antara BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan sekuritas, serta ratusan Galeri Investasi di berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia, menjadi pendorong utama pesatnya penambahan investor baru.

Secara demografis, profil investor saham nasional saat ini didominasi oleh kelompok masyarakat berusia muda, di mana generasi milenial dan Gen Z menyumbang porsi terbesar dari total kepemilikan akun SID saham baru tersebut. Tingginya partisipasi generasi muda ini sangat dipengaruhi oleh hadirnya platform aplikasi perdagangan saham berbasis ponsel pintar yang makin intuitif dan terintegrasi, serta meluasnya konten edukasi finansial yang disebarkan secara kreatif oleh para kreator konten di berbagai media sosial.

Direksi BEI menegaskan bahwa keberadaan lebih dari 10 juta investor domestik ini memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat fondasi dan ketahanan pasar keuangan nasional saat menghadapi potensi gejolak ekonomi global. Tingginya porsi kepemilikan saham oleh masyarakat lokal terbukti mampu meningkatkan likuiditas transaksi harian di bursa sekaligus meminimalkan ketergantungan pasar modal Indonesia terhadap pergerakan arus modal asing (capital outflow).

Meskipun pertumbuhan jumlah investor menunjukkan angka yang sangat menggembirakan, BEI menekankan pentingnya menjaga kualitas dari para investor itu sendiri melalui penguatan aspek pelindungan konsumen dan mitigasi risiko. Otoritas pasar modal berkomitmen untuk terus menggalakkan kampanye investasi yang sehat agar para investor pemula tidak terjebak dalam perilaku ikut-ikutan (FOMO), melainkan selalu mengambil keputusan investasi berdasarkan analisis teknikal maupun fundamental perusahaan yang akurat.

Melalui pencapaian rekor 10,05 juta investor saham ini, Bursa Efek Indonesia optimistis pasar modal dapat terus menjadi motor penggerak utama dalam menyalurkan pendanaan bagi ekspansi dunia usaha dan pembangunan ekonomi nasional. BEI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur perdagangan, meluncurkan variasi produk investasi baru yang inovatif, serta memperluas jangkauan literasi keuangan hingga ke seluruh pelosok Nusantara demi mewujudkan ekosistem pasar modal yang inklusif, kredibel, dan berkelanjutan.