Kupang, Avis News — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan lonjakan harga emas batangan Logam Mulia hingga naik Rp20.000 menjadi Rp2,71 juta per gram pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Kenaikan tajam ini menorehkan rekor harga tertinggi dalam kurun waktu dua bulan terakhir, didorong oleh menguatnya harga emas dunia di tengah tingginya permintaan terhadap aset aman (safe haven) dan dinamika geopolitik global.

Tidak hanya harga jual yang melonjak, harga beli kembali (buyback) oleh Antam juga mencatatkan kenaikan yang tak kalah drastis, yakni meroket Rp35.000 per gram. Kenaikan nilai buyback yang signifikan ini memberikan angin segar dan potensi keuntungan melimpah bagi para investor yang berniat melakukan pencairan modal dalam waktu dekat.

Merespons tren penguatan Logam Mulia, harga komoditas perak Antam turut merangkak naik sebesar Rp1.300 per gram pada hari yang sama. Penguatan simultan pada dua logam mulia ini mencerminkan tingginya minat masyarakat dan pelaku pasar untuk mengalihkan portofolio investasi mereka ke instrumen bernilai stabil.

Analis pasar keuangan menilai lompatan harga emas Antam ini dipengaruhi secara langsung oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral global serta pergerakan nilai tukar rupiah. Ketidakpastian arah ekonomi internasional membuat emas kembali dilirik sebagai benteng pertahanan terbaik melawan potensi inflasi dan risiko fluktuasi pasar saham.

Di butik-butik emas Logam Mulia Antam di berbagai kota besar, lonjakan harga ini memicu peningkatan aktivitas transaksi, baik pembeli baru maupun masyarakat yang ingin menjual kembali emas simpanannya. Pihak pengelola butik memastikan ketersediaan stok berbagai ukuran cetakan, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, tetap aman terkendali untuk memenuhi permintaan pasar.

Kendati berada di puncak harga, para pengamat investasi mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dan menerapkan strategi dollar-cost averaging saat membeli emas. Komoditas emas dinilai paling ideal difungsikan sebagai instrumen investasi jangka panjang untuk menjaga nilai kekayaan dari depresiasi mata uang.

Prospek harga emas ke depan diprediksi masih akan bergerak dinamis seiring dengan rilis data-data ekonomi global terbaru sepanjang pekan ini. Sinergi antara momentum kenaikan harga global dan tingginya literasi investasi masyarakat diperkirakan bakal terus menjaga gairah pasar Logam Mulia di dalam negeri.