Kupang, Avis News — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 yang tumbuh solid sebesar 5,29 persen secara tahunan (year-on-year) dalam pemutakhiran data kinerja ekonomi nasional pada pertengahan Agustus 2026. Keterangan resmi tersebut disampaikan oleh Menko Airlangga guna menegaskan ketahanan daya saing ekonomi nasional di kawasan Asia Tenggara, memetakan posisi Indonesia di jajaran papan atas perekonomian ASEAN, serta menjaga optimisme pasar terhadap momentum ekspansi ekonomi domestik.
Capaian pertumbuhan sebesar 5,29 persen tersebut mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan performa ekonomi paling stabil dan berada di posisi top kawasan ASEAN. Pertumbuhan ini disokong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga, peningkatan investasi fisik, serta performa ekspor yang tetap tangguh di tengah ketidakpastian kondisi global.
Berdasarkan data pembanding pertumbuhan ekonomi ASEAN pada Kuartal II-2026, Vietnam memimpin di posisi teratas dengan laju pertumbuhan mencapai 8,39 persen secara tahunan. Malaysia dan Singapura menyusul di peringkat kedua dan ketiga dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 5,8 persen dan 5,7 persen.
Indonesia menyusul secara rapat di posisi keempat dengan capaian 5,29 persen, melampaui Filipina yang berada di peringkat kelima dengan pertumbuhan sebesar 2,3 persen. Sementara itu, data resmi untuk beberapa negara anggota ASEAN lainnya seperti Thailand dan Brunei belum dirilis, serta negara lainnya masih dalam proses pendataan.
Selain laju pertumbuhan yang solid, ketahanan ekonomi Indonesia di kawasan regional kian diperkuat oleh kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) yang besar. Indonesia berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama dan masuk dalam tiga besar negara paling makmur di ASEAN berdasarkan estimasi PDB tahun 2026.
Menko Airlangga menilai bahwa kunci utama penopang pertumbuhan nasional adalah terjaganya stabilitas inflasi domestik serta kuatnya permintaan pasar dalam negeri. Kebijakan efisiensi belanja negara dan dorongan terhadap percepatan industri manufaktur turut menjadi pendorong utama ekspansi ekonomi secara berkelanjutan.
Melalui catatan positif pertumbuhan Kuartal II-2026 ini, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia akan tetap tumbuh tangguh hingga akhir tahun. Kemampuan merawat stabilitas makroekonomi serta memperkuat sinergi perdagangan antarnegara kawasan dipastikan menjadi pilar utama dalam menjaga kepemimpinan ekonomi Indonesia di ASEAN.