Kupang, Avis News — Perekonomian Indonesia pada kuartal II 2026 menunjukkan sejumlah perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,29 persen secara tahunan, sementara kondisi pasar kerja juga membaik.

Badan Pusat Statistik mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2026 sebesar 4,68 persen, turun 0,08 poin persentase dibandingkan Februari 2025. Jumlah penduduk yang bekerja mencapai 147,67 juta orang, bertambah sekitar 1,9 juta orang dalam setahun.

Namun, perbaikan tersebut belum sepenuhnya menggambarkan pemerataan kesejahteraan. Ketimpangan ekonomi masih menjadi perhatian dalam membaca kondisi ekonomi masyarakat.

Pertumbuhan Ekonomi Belum Berarti Merata

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 5,29 persen, meski melambat dibandingkan pertumbuhan 5,61 persen pada kuartal sebelumnya. Bank Indonesia menilai pertumbuhan tetap ditopang oleh permintaan domestik dan berbagai kebijakan pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka kembali menurun hingga 4,65 persen pada Mei 2026. Angka ini menunjukkan adanya perbaikan di pasar tenaga kerja.

Persoalannya, pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja tidak otomatis membuat seluruh kelompok masyarakat merasakan manfaat yang sama.

Ketimpangan Tetap Perlu Diawasi

Data terbaru BPS yang tersedia untuk ketimpangan menunjukkan Gini Ratio September 2025 sebesar 0,363, turun dibandingkan Maret 2025 yang berada di level 0,375. Semakin mendekati angka satu, semakin tinggi tingkat ketimpangan.

Karena itu, narasi mengenai ekonomi yang membaik perlu dibaca bersama dengan kondisi pendapatan, kualitas pekerjaan, daya beli, serta distribusi manfaat pertumbuhan.

Pertumbuhan ekonomi yang sehat bukan hanya soal angka Produk Domestik Bruto, tetapi juga mengenai apakah masyarakat memiliki pekerjaan yang layak dan memperoleh bagian yang lebih adil dari pertumbuhan tersebut.

Ekonomi boleh tumbuh, pengangguran boleh turun. Tetapi pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan pertumbuhan itu tidak berhenti di angka statistik—melainkan terasa sampai ke kehidupan masyarakat.