Kupang, Avis News — Bank Central Asia (BCA) kembali mencatatkan prestasi di tingkat global. Dalam Brand Finance Banking 500 2026, BCA menempati posisi pertama sebagai merek perbankan terkuat di dunia dengan skor Brand Strength Index (BSI) 95,9.

Posisi BCA berada di atas JP Bank dari Jepang yang memperoleh skor 95,5 dan Vietcombank dari Vietnam dengan skor 95,3. Nubank dari Brasil berada di posisi keempat dengan skor 95,2, disusul Kasikornbank dari Thailand dengan skor 94,2.

Indonesia di Puncak Kekuatan Merek Perbankan

Capaian tersebut menjadi sorotan karena BCA berhasil mempertahankan reputasinya sebagai salah satu merek perbankan paling kuat secara global.

Brand Finance menilai kekuatan merek bukan semata berdasarkan besarnya aset atau keuntungan perusahaan. Brand Strength Index digunakan untuk mengukur kekuatan relatif sebuah merek dibandingkan pesaingnya, termasuk aspek persepsi pemangku kepentingan, reputasi, pertimbangan konsumen, serta kemampuan merek membangun loyalitas.

Dalam laporan 2026, total nilai 500 merek perbankan terbesar dan terkuat di dunia mencapai hampir US$1,8 triliun, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

10 Besar Merek Bank Terkuat Dunia 2026

  1.  BCA — Indonesia: 95,9
  2. JP Bank — Jepang: 95,5
  3. Vietcombank — Vietnam: 95,3
  4. Nubank — Brasil: 95,2
  5. Kasikornbank — Thailand: 94,2
  6. Equity Bank — Kenya: 93,9
  7. Capitec Bank — Afrika Selatan: 93,4
  8. First National Bank — Afrika Selatan: 93,1
  9. Kenya Commercial Bank — Kenya: 93,0
  10. Banca Transilvania — Rumania: 92,9.

Menariknya, empat bank Afrika masuk dalam daftar 10 besar, menunjukkan bahwa kekuatan merek perbankan tidak hanya didominasi institusi dari negara-negara ekonomi besar.

Bukan Sekadar Soal Nilai Merek

Predikat sebagai bank dengan merek terkuat berbeda dengan predikat bank dengan nilai merek terbesar.

Dalam kategori nilai merek, posisi teratas justru ditempati ICBC China dengan nilai sekitar US$90,9 miliar. Artinya, ukuran ekonomi sebuah merek tidak otomatis menentukan seberapa kuat persepsi dan daya saing merek tersebut.

Bagi BCA, posisi pertama pada BSI menunjukkan kuatnya ekuitas merek yang dibangun melalui pengalaman nasabah, kepercayaan, layanan, inovasi serta konsistensi bisnis.

Capaian ini juga melanjutkan tren positif BCA. Pada 2025, BCA sebelumnya mencatat skor BSI 97,1 dan mempertahankan predikat sebagai world’s strongest banking brand.

Dengan demikian, posisi BCA di puncak 2026 memperlihatkan bahwa merek perbankan Indonesia mampu bersaing di level global, bukan hanya dari sisi bisnis, tetapi juga dari sisi kepercayaan dan kekuatan reputasi.

Ketika merek Indonesia mampu berdiri di puncak dunia, tantangannya bukan lagi sekadar mempertahankan posisi, tetapi menjaga kepercayaan yang membuat posisi tersebut mungkin.