Kupang, Avis News — Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Pulau Sumatera untuk turun langsung mengawal penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setibanya di Riau, Presiden memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla bersama jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait, sebelum melanjutkan agenda serupa ke Palembang, Sumatera Selatan.
Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan darurat karhutla yang melanda tiga provinsi di Sumatera berjalan cepat, terukur, dan tuntas. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kehadiran langsung Kepala Negara bertujuan untuk memutus rantai krisis serta memastikan titik api benar-benar padam tanpa ada kejadian berulang.
Konsolidasi Penanggulangan di Riau dan Sumatera Selatan
Kunjungan kerja Presiden Prabowo diawali dengan pendaratan di Pekanbaru, Riau, di mana beliau langsung memimpin rapat penanganan karhutla bersama jajaran Satgas Bencana daerah. Pembahasan difokuskan pada evaluasi titik panas (hotspot), penguatan koordinasi tim pemadam di lapangan, serta efektivitas strategi pengeboman air (water bombing) dan modifikasi cuaca.
Usai merampungkan agenda di Riau, Presiden terbang ke Palembang untuk melanjutkan rapat penanganan karhutla lintas daerah. Pemerintah memprioritaskan penyelesaian karhutla di wilayah Sumatera mengingat dampaknya yang mulai mengancam kualitas udara, kesehatan warga, serta potensi penyebaran asap lintas wilayah.
Komitmen Cegah Karhutla Berulang
Dalam arahan resminya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi penuh antara TNI, Polri, Kementerian LHK, BNPB, dan pemerintah daerah. Pengawasan di area rawan terbakar akan ditingkatkan secara signifikan guna mencegah aksi pembakaran lahan secara ilegal.
Pemerintah menegaskan tidak akan mentolerir pihak-pihak yang memicu kebakaran hutan dan berkomitmen untuk terus menyiagakan personel penanggulangan hingga kondisi udara dan lahan di Sumatera kembali aman dan kondusif.
Kehadiran langsung Presiden di titik krisis adalah sinyal tegas; pemadaman karhutla Sumatera harus dieksekusi cepat dan tuntas demi melindungi kesehatan warga serta mencegah krisis ekologis berulang.